Wapres Ingin Umat Islam Menjadi Khairu Ummah

maruf-amin
Wakil Presiden, Maruf Amin. Foto: Antara

Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, menginginkan agar umat Islam menjadi umat terbaik (Khairu Ummah) sesuai yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ali Imran.

Implementasinya, yaitu dengan mengajak manusia kepada kebenaran dan mencegah dari kemungkaran. “Tugas kita adalah bagaimana mengembalikan predikat sebagai Khairu Ummah (umat terbaik),” kata Ma’ruf dalam pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 di Pangkal Pinang, Bangka, Rabu (26/2) malam.

Lebih jauh, dia mengingatkan bahwa Rasulullah dalam tempo 23 tahun bisa mengembalikan umat jahiliyah menjadi Khairu Ummah. Namun, dia menilai nisbat ini sudah lama hilang pada jati diri umat muslim saat ini.

“Apalagi di Timur Tengah, umat Islam saling membunuh, saling berperang. Padahal, kewajiban kita adalah saling mengenal, mencintai dan mengasihi seperti tubuh yang satu (kaljasadil wahid),” tuturnya

Indonesia, ujarnya, dengan penduduk mayoritas umat Islam diharapkan dapat mewujudkan terbangunnya Khairu Ummah. “Maka, kita selaku umat Islam Indonesia berkewajiban mengembalikan predikat tersebut,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Waketum MUI ini mengapresiasi tema kegiatan KUII yang bertajuk ‘Strategi umat Islam Indonesia dalam mewujudkan NKRI yang adil dan beradab.’ Menurut dia, tema ini sejalan dengan harapan umat Islam dapat mengambil peran signifikan, dalam kehidupan berbangsa.

“Umat Islam mempunyai tanggungjawab besar untuk memastikan arah perjalanan bangsa ini sesuai dengan kesepakatan nasional (al-mitsaq al-wathoniy),” katanya.

Terutama di sektor konomi, hukum, politik, pendidikan, dan kebudayaan, umat harus merapatkan barisan dan sinergi untuk membangun umat bangsa dan negara. “Agar Indonesia makin maju dan sejahtera,” katanya.

Menurut dia, Indonesia maju tidak bisa dicapai jika situasi nasional tidak kondusif. Maka, cara-cara mencapai situasi kondusif adalah menguatkan komitmen kebangsaan pada Pancasila dan UUD 1945.

“Penting untuk meluruskan cara berpikir, bertindak dengan kontra radikalisasi dan deradikalisasi perlu dilakukan,” ujar dia.

Dalam konteks ini, dia menitipkan kepada ulama dapat melakukan pembinaan agar umat tidak memiliki faham menyimpang dari ideologi kebangsaan. Para ulama dianggap mampu menggalakkan program kontra radikalisasi dan deradikalisasi untuk mencegah pemahaman ekstrimisme berkembang. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here