MUI: Umat Islam Tidak Boleh Laksanakan Salat Jumat di Zona Merah Corona

Suasana pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh, Jumat (27/3/2020). Foto: Eko Deni Saputra/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi urun tanggapan terkait banyaknya masyarakat yang menanyakan Fatwa MUI terkait dengan salat Jumat di tengah pandemi virus corona (covid-19). Ia menjelaskan, dalam fatwa MUI ada tiga katagori, pertama jika di suatu kawasan tingkat penyebaran covid-19 terkendali, maka umat Islam wajib melaksanakan shalat Jumat.

“Kedua, jika di suatu kawasan penyebaran covid-19 tidak terkendali bahkan mengancam jiwa, maka umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat Jum’at dan menggantinya dengan shalat dhuhur,” kata Zainut dalam keterangannya, Jumat (2/4).

Ketiga, jika di suatu kawasan yang potensi penyebarannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan oleh pihak yang berwenang, umat Islam boleh tidak menyelenggarakan shalat Jumat dan menggantinya dengan salat dzuhur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa status tanggap darurat covid-19, dari semula 23 Maret hingga 5 April menjadi 19 April 2020. Perpanjangan dilakukan melihat penyebaran virus corona di Jakarta terus meningkat tajam.

“Artinya, untuk kawasan DKI Jakarta termasuk dalam ketentuan fatwa MUI jika di suatu kawasan penyebaran covid-19 tinggi atau sangat tinggi, maka boleh tidak shalat jumat dan diganti dengan salat dzuhur,” ujarnya.

Dia menyampaikan, orang terkadang memahami hadits Nabi SAW: Siapa yang mendengar adzan jumatan 3 kali, kemudian dia tidak menghadirinya maka dicatat sebagai orang munafik. (HR. Thabrani). Menurut dia, ancaman hadits tersebut berlaku bagi orang yang meninggalkan jumatan tanpa udzur.

“Sedangkan orang yang memiliki udzur tidak melaksanakan shalat Jumat, seperti sakit, safar (perjalanan) atau udzur lainnya misalnya adanya ancaman bahaya terhadap keselamatan jiwa seperti wabah corona, maka dia tidak masuk dalam kategori yang disebutkan dalam hadits tersebut,” tuturnya. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here