Ini Pesan PBNU untuk Menjalankan Malam Nisyfu Sya’ban di Tengah Pandemi Corona

Ketua Pengurus Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam selalu memperingati pertengahan bulan Sya’ban dengan peringatan Nisyfu Sa’ban. Nisfu Sya’ban adalah peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya’ban) dari kalender Islam.

Hari ini juga dikenal sebagai Laylatul Bara’ah atau Laylatun Nisf min Sha’ban di dunia Arab, dan sebagai Shab-e-barat di Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran dan India. Nama-nama ini diterjemahkan menjadi malam pengampunan dosa, malam berdoa dan malam pembebasan, dan sering kali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah.

Tak hanya itu, di beberapa daerah, malam ini juga merupakan malam ketika nenek moyang yang telah wafat diperingati. Peringatan malam ini dilakukan dengan cara-cara berbeda termasuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dan berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Namun, di pertengahan bulan Sya’ban 1441 Hijriyah ini pandemi corona sedang terjadi hampir di 200 negara termasuk Indonesia. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan tips kepada masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan Nisyfu Sya’ban dan tetap menjaga untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Dalam suasana pandemi Covid-19 kegiatan peribadatan seharusnya makin ditingkatkan, baik ibadah wajib maupun sunnah. Ibadah di rumah tidak boleh menjadi alasan menurunkan kualitas maupun kuantitas peribadatan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Robikin Emhas kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Rabu (8/4).

Menurut dia, wabah corona yang kini sedang melanda masyarakat Indonesia bukan menjadi halangan untuk terus meningkatkan amaliyah dan kegiatan keagamaan seperti biasanya. Melalui kemudahan teknologi, ada berbagai cara agar kegiatan Nisyfu Sya’ban tetap dilaksanakan.

“Demikaian juga syiar keagamaan. Teknologi yang ada memungkinkan untuk itu, berbagai jenis amaliyah tetap bisa dilakukan bersama-sama secara online. Misalnya istighotshah, Nisyfu Sya’ban, dan lain-lain,” tuturnya. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here