Ini Seruan MUI: Shalat Jumat yang Wajib Saja Bisa Diganti, Shalat Id Kenapa Tidak?

Muslim mengenakan masker dan menjaga jarak sosial saat melakukan sholat di Masjid Mevlana, Berlin, Jerman, Sabtu (9/5/2020). Agensi Anadolu/ Abdulhamid Hoşbaş

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, menyampaikan, semua Ormas Islam yang hadir dalam sidang Isbat menyepakati 1 Syawal 1441 H jatuh Ahad (24/5) besok. Ia mengatakan, meski beberapa daerah menerapkan PSBB, namun pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Beberapa daerah banyak bertanya soal penyelenggaraan shalat Id, MUI mengimbau agar kita melaksanakan ibadah idul Fitri di rumah masing-masing. Hal ini juga untuk menekan penyebaran corona,” kata Abdullah di kantor Kemenag, Jumat (22/5).

MUI dengan fatwanya nomor 28/2020 menyampaikan bahwa shalat Idul Fitri bukan ibadah yang dilarang. Setiap muslim justru hendaknya menghindari kemudharatan daripada mengambil maslahat.

“Shalat Jumat yang wajib saja dapat dilaksanakan di rumah, apalagi shalat Id yang sunnah,” ucapnya.

Memang ada beberapa pengecualian untuk daerah yang terkendali, namun ketika orang bertemu di satu lapangan terbuka, sulit dihindari. Dia mengajak umat Islam bersabar.

“Dengan bersabar, Allah akan membukakan pintu kebaikan dan memberhentikan corona,” katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dapat terus ber gotong-royong menanggulangi pandemi Covid-19. Sehingga Covid-19 dapat diatasi. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here