Muslim Boston Rayakan Idul Fitri Cukup di Rumah Saja

Muslim Boston menandai shalat Idul Fitri di lapangan atletik Madison Park tahun 2017 (Foto baystatebanner.com)

Indonesiainside.id, Boston – Tahun ini, semua tradisi dan rencana Idul Fitri umat Muslim di seluruh dunia pastinya mengalami pergeseran, sebagai imbas dari pandemi global. Dengan sejumlah aturan pembatasan sosial, umat Islam mengalami kesedihan dari perjuangan secara keseluruhan untuk menemukan makna dan alasan merayakan hari raya tahun ini.

“Satu-satunya kebahagiaan bagi saya adalah berada di antara komunitas selama waktu sholat, bisa mendengar khutbah dan kemudian berdoa,” kata Sahar Abdul Rehman, seorang Spesialis SDM di Isabella Stewart Gardner Museum. “Dalam perjalanan pulang, aku akan membeli donat Blackbird untuk kolega kantorku sebagai tanda berbagi rasa manis Idul Fitri dengan orang lain di sekitarku, karena aku tidak punya keluarga,” tambahnya.

Secara tradisional, liburan tiga hari dihabiskan di luar di antara komunitas Muslim di daerah itu, berbagi salam dan makanan. Namun, karena pertemuan besar lebih dari 10 orang dilarang di Islamic Society of Boston Cultural Center (ISBCC), Massachusetts, salah satu pusat budaya terbesar di daerah itu, terpaksa membatalkan shalat Ied.

Gubernur Baker hari Senin mengumumkan bahwa tempat-tempat ibadah akan dimasukkan dalam fase pertama pembukaan kembali di Massachusetts. Meski begitu, Amr ElFass, Direktur Kantor Manajemen Proyek ISBCC mengatakan bahwa meskipun kebijakannya dilonggarkan, kondisi umat Muslim tidak akan kondusif untuk melaksanakan shalat Ied tahun ini.

Pada tahun-tahun sebelumnya, banyak dari komunitas Muslim akan datang ke ISBCC, melakukan shalat sepanjang hari, dan menciptakan pengalaman ikatan spiritual dan emosional seperti tradisi Ramadhan. “Shalat malam itu sangat besar. Orang-orang datang dan bergabung, dan membantu berbuka puasa,” kata ElFass.

Sekarang, tradisi telah bergeser. Sebagai cara untuk menjaga makanan buka puasa, ISBCC menyajikan makanan di tempat parkir gedung organisasi selama bulan Ramadhan, dimana keluarga dapat mengemudi di mobil mereka dan mengambil beberapa foto, sambil tetap menjaga jarak.

“Kami merayakan Idul Fitri untuk anak-anak, dan sukacita dan kebahagiaan yang dibawanya pada akhir Ramadhan,” katanya, yang dilansir oleh laman baystatebanner.com. Sementara di tahun-tahun sebelumnya, ISBCC akan melaksanakan shalat Ied pagi hari, diikuti oleh berbagai perayaan keluarga. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here