Susul Muhammadiyah, NU Pun Sepakat Idul Fitri Jatuh pada Ahad 24 Mei 2020

KH Said Aqil Siroj
Ketua PBNU, KH Said Aqil Siroj. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Syawal 1441 jatuh pada Ahad (24/5). Ketetapan tersebut disampaikan ketua umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, dalam siarannya, Jumat (22/5).

“Ramadhan tahun ini istikmal 30 hari dan 1 Syawal jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020,” kata kiai Said.

Dengan begitu, baik NU maupun Muhammadiyah, tidak ada perbedaan dalam penentuan Idul Fitri tahun ini. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah beberapa waktu lalu telah lebih dulu mengumumkan bahwa Idul Fitri 1441 H jatuh pada Ahad lusa.

Sebelumnya, Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan panduan ibadah Salat Idul Fitri di mana pelaksananya cukup di rumah saja bersama keluarga atau bisa dilakukan masing-masing. Berikut panduannya:

1. Membaca takbir pada malam Idul Fitri hingga pagi hari sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri (boleh berjamaah atau sendirian).

2. Disunahkan mandi sebelum Shalat Id.

3. Memakai pakaian yang bagus dan minyak wangi.

4. Disunahkan sarapan sebelum Shalat Idul Fitri.

5. Membayar zakat fitrah sebelum Salat Id jika belum melaksanakan.

6. Shalat Idul Fitri dikerjakan dua rakaat sebelum khutbah.

7. Tidak ada azan dan iqamah sebelum Shalat Id.

8. Rakaat pertama diawali dengan takbiratul ihram dan tujuh kali takbir, kemudian membaca Surah al-Fatihah dan surat lainnya.

9. Rakaat kedua membaca takbir lima kali (selain takbir saat berdiri) kemudian membaca surat al-Fatihah dan surat lainnya.

10. Pada setiap takbir mengangkat kedua tangan.

11. Di antara dua takbir membaca tasbih dan tahmid.

12. Bacaan setelah surah al-Fatihah di rakaat pertama adalah Surah Qaf dan rakaat kedua adalah Surah al-Qamar. Atau Surah al-A’la pada rakaat pertama dan al-Ghasiyah pada rakaat kedua. Atau boleh dengan surah yang lain.

13. Apabila imam lupa tidak bertakbir sebanyak tujuh kali atau lima kali, maka shalat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.

14. Hendaknya semua keluarga ikut mendengarkan khutbah.

15. Khutbah tidak perlu panjang, cukup memenuhi rukunnya, baca Alhamdulillah, shalawat, baca ayat Alquran, wasiat takwa, dan berdoa memohon ampunan. Demikian pula khutbah kedua.

16. Jika yakin seluruh keluarga bebas dari virus, maka boleh bersalaman untuk mengungkapkan maaf-memaafkan.

17. Jika dalam kondisi sendirian tanpa ada teman lain untuk melaksanakan salat Idul Fitri, maka cukup dia salat Idul Fitri sendiri seperti salat Idul Fitri berjamaah (dengan tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua) tanpa ada khutbah.

(AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here