Simak, Ini Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

Ilustrasi.

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Agama akan melaksanakan sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1441 Hijriah hari ini, Jumat (22/5). Menteri Agama, Fachrul Razi dijadwalkan memimpin sidang penetapan hari raya Idul Fitri ini.

Dalam menentukan awal Syawal ini, kementerian menggunakan metode rukyatul hilal atau mengamati hilal. Rukyatul hilal menjadi metode dalam menentukan awal puasa Ramadan dan kapan kita mengakhiri puasa (berhari raya).

Hilal akan dipantau di 80 titik yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia kemudian dilanjutkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari 80 titik tersebut. Pada 1 Syawal, umat Islam disunahkan melaksanakan shalat Idul Fitri, namun saat ini kondisi dunia berada di tengah pandemi corona, lantas bagaimana pelaksananannya?

Berikut panduan lengkap shalat Idul Fitri di rumah berdasarkan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19:

Ketentuan dan Panduan Hukum

I. Ketentuan hukum

1. Shalat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam).

2. Shalat Idul Fitri disunahkan bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.

3. Shalat Idul fitri sangat disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla dan tempat lainnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here