DMI: Masjid Berperan Besar Kendalikan Covid-19 Jika tak Laksanakan Shalat Ied

Physical distancing di masjid Baitunnur, Lebak Bulus, Jakarta. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Umat Islam akan memasuki 1 Syawal 1441 H dengan dimulainya takbir, tasbih, tahmid pada malam hari raya kemenangan, dan dilengkapi dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri. Dewan Masjid Indonesia (DMI) menganjurkan muslim shalat Ied di rumah masing-masing bersama keluarga karena kondisi saat ini belum aman dari pandemi Covid-19.

“Panduan MUI untuk shalat Ied di rumah masing-masing juga sudah ada. Bagi DMI, jika masjid tidak menggelar shalat Ied di lapangan atau di masjid, tetapi menganjurkan para jamaahnya melaksanakan shalat di rumah bersama keluarga, berarti sudah ikut berperan besar dalam pencegahan Covid-19,” kata Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruquthni kepada Indonesiainside.id, Sabtu (23/5).

Baca Juga:  Pengurus Masjid Al-Ikhlas Pasar Minggu Sediakan Internet gratis untuk Pelajar

Imam menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang melatarbelakangi. Pertama, masjid termasuk dalam peta cluster rentan penyebaran Covid-19.

“Meskipun sampai saat ini, alhamdulillah, cluster tinggallah cluster, karena ternyata tidak terjadi penyebaran lewat masjid. Masjid merupakan tempat yang masih terbebas dari Covid,” ujarnya.

Karena itu, kedua, lanjut dia, para takmir atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) hendaknya mempertahankan kondisi ini sampai dinyatakan bahwa Covid telah musnah. Ketiga, jika para takmir atau DKM masjid tidak bersabar dan tetap menggelar shalat Ied seperti biasa, maka apabila terjadi kasus penularan di masjid, boleh jadi jamaah justru takut datang ke masjid yang terpapar.

Baca Juga:  Pengurus Masjid Al-Ikhlas Pasar Minggu Sediakan Internet gratis untuk Pelajar

“Jika ini terjadi, maka takmir atau DMI dan masjidnya sekaligus akan mengalami kerugian, yaitu bisa kehilangan jamaahnya karena kekhawatiran,” ucapnya.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here