Gabungan Ormas Islam Malaysia Dukung Hagia Sophia Difungsikan jadi Masjid

Masjid Haqia Sophia
Indonesiainside.id, Kuala Lumpur– Gabungan ormas Malaysia menyatakan dukungan pengalihfungsian Museum Hagia Sophia di Istanbul menjadi tempat ibadah bagi umat Islam. Keputusan status Hagia Sophia akan ditentukan hari ini oleh pengadilan Turki.
“Hagia Sophia adalah masjid dan harus dihormati sebagai masjid,” ungkap Presiden Majelis Syura Ormas-ormas Islam Malaysia (MAPIM) Mohd Azmi Abdul Hamid di media sosial.

Mohd Azmi mengecam kritikan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa soal rencana Turki yang akan memfungsikan Hagia Sophia sebagai tempat beribadah.

Uni Eropa dan AS harus menarik diri dari masalah ini. Karena memfungsikan Hagia Sophia kembali menjadi rumah Allah adalah hak umat Islam di Turki. Hak umat Islam selalu dihalang-halangi,” ujar dia.

Otoritas Turki berulang kali menegaskan situs bersejarah warisan turun-temurun dari Sultan Ottoman Muhammad Al-Fatih itu adalah masalah kedaulatan nasionalnya, bukanlah urusan internasional. Menanggapi kritikan AS tentang kebebasan beragama di Turki, Jubir Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan “Hagia Sophia adalah milik Republik Turki dan semua urusan administrasinya adalah masalah internal Turki.”

Pejabat Turki menekankan mereka akan terus melindungi warisan dari Muhammad al-Fatih penakluk Konstantinopel atau Istanbul itu dengan baik. Turki juga menyoroti peningkatan kasus Islamofobia, anti-Semitisme, rasisme, dan xenophobia di AS.

Otoritas Turki juga menolak semua pernyataan inkonsisten yang menyerang tapi tidak mendasar serta meminta AS untuk fokus pada urusan internalnya pada kebebasan beragama dan hak asasi manusia. Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama 916 tahun.

Pada 1453, bangunan itu diubah menjadi masjid oleh Sultan Ottoman Mehmet II ketika kesultanan menaklukkan Istanbul. Setelah restorasi selama era Ottoman dan penambahan menara oleh arsitek Mimar Sinan, Hagia Sophia menjadi salah satu karya terpenting arsitektur dunia.

Di bawah Republik Turki, bangunan itu kemudian menjadi museum. Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Ottoman mengubah bangunan itu menjadi masjid, bukan meruntuhkannya. (AA/NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here