Kemenag: Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal TMII Wisata Religi Paling Dikunjungi

Bayt Alquran dan Museum Istiqlal di Taman Mini Indonesia Indah. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag, Muchlis M Hanafi menuturkan, Layanan Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur selama ini menjadi salah satu destinasi wisata religi di DKI Jakarta yang banyak dikunjungi. Hal ini disampaikan Muchlis saat meresmikan pembukaan kembali BQMI.

“Banyak pelajar dan peneliti yang berkunjung untuk belajar dan meneliti terkait perkembangan pentashihan dan pengkajian Al-Qur’an di Indonesia. Ini menunjukan semangat keislaman dan keingintahuan mereka untuk mendalami Al-Qur’an sangat tinggi,” kata Muchlis di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, kemarin (6/7).

Lebih lanjut, terhitung sejak 1 Januari 2020 hingga 15 Maret 2020 tidak kurang dari 23.200 orang telah berkunjung ke BQMI. “Semoga dengan dibukanya kembali BQMI, minat masyarakat semakin tinggi untuk berkunjung, termasuk ke beberapa destinasi sejarah dan khazanah bangsa Indonesia di Taman Mini,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi, berharap, Bait Al-Qur’an dan Museum Istiqlal tidak hanya sebagai sarana untuk menyimpan koleksi-koleksi Al-Qur’an, tetapi bisa menjadi sarana rekreasi dan edukasi Al-Qur’an, dan tidak kalah saing dari museum-museum yang lain. Jika perlu dilakukan modernisasi sehingga lebih menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya.

“Termasuk peningkatan layanan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi sesuai dengan era internet kini. Sehingga layanan dari BQMI dapat memanifestasikan berkah dari Al-Qur’an dalam terus mendukung berkembangnya umat Islam yang memiliki kesalehan personal sekaligus kesalehan sosial,” kata Zainut.

Dia menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dicetak dan beredar di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penting menjaga kesahihan teks al-Qur’an agar terhindar dari kesalahan dalam bentuk apapun.

“Sekalipun telah ada jaminan keotentikan Al-Qur’an secara langsung dari Allah, namun tetap diperlukan adanya kerjasama antara lembaga-lembaga yang terkait yakni Kementerian Agama, dalam hal ini LPMQ, MUI (Majelis Ulama Indonesia,) penerbit, percetakan dan masyarakat dalam menjaga orisinalitas tulisan dan bacaan Al-Qur’an,” ujarnya. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here