MUI Gelar Rakornas Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam

Zainut Tauhid Sa'adi
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Rakornas Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam (KPSBI) MUI yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (11/7). Rakornas ini mengusung tema “Penguatan Strategi Seni Budaya Islam untuk Indonesia Berkeadaban”.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, mengapresiasi rakornas sebagai ikhtiar KPSBI MUI dalam mengambil peran himayatul ummah, yaitu melindungi umat dari seni dan budaya yang tidak disesuai dengan karakter Islam wasathiyah, Islam rahmatan lil alamin.

Ia menyampaikan bahwa secara historis Indonesia sejak dulu telah meresepsi dan mengharmonisasi berbagai budaya yang berasal dari bangsa China, India, Arab, dan Eropa, sehingga terjadi akulturasi dan berkontribusi pada terbentuknya peradaban nusantara kini.

“Jejak akulturasi dapat ditelusuri dari karya seni budaya Indonesia yang terpengaruh budaya bangsa asalnya tadi. Seperti karya seni arsitektur dan kaligrafi yang terpengaruh budaya timur tengah, juga pengaruh budaya lain pada seni tari, sinematografi, hingga seni kuliner,” katanya.

Dia memandang bahwa seni berperan sebagai soft diplomacy atau diplomasi budaya untuk mengenalkan budaya asalnya, yang kemudian menjadi pintu masuk pada misi selanjutnya, yang terkait dengan urusan ekonomi dan perdagangan.

Praktik diplomasi budaya yang dilakukan Amerika melalui film hollywood, musik pop, bahkan olahraga bola basket, dikemas menjadi tontonan menarik dan berhasil mengenalkan produk-produk Amerika dan gaya hidup barat pada bangsa lain.

Begitu pula diplomasi budaya serupa yang dilakukan oleh Jepang dengan komik dan kartun, Korea dengan K-Pop, dsb yang masuk ke Indonesia serta mempengaruhi kehidupan bangsa kita.

Zainut memandang pengaruh budaya asing ada yang positif namun ada juga yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

“Terlebih di era kini saat internet mudah diakses oleh setiap orang, bahkan oleh yang usia dini. Maka umat Islam perlu menyadari bahwa salah satu tujuan agama Islam adalah menjaga keturunan (hifdzun nasl),” ujarnya. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here