Perayaan Idul Adha Jatuh Hari Jumat, Bolehkah Tak Shalat Jumat?

masjid At Tin_shalat jumat
Jamaah Masjid At Tin saat Shalat Jumat perdana, Jumat (5/6/2020) usai penutupan sejak April 2020 akibat wabah COVID-19. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah menetapkan Idul Adha jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Hal itu merujuk hasil sidang isbat penetapan awal bulan Zulhijah 1441 Hijriah/2020 Masehi di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (21/7) lalu.

“Maka, secara mufakat dinyatakan 1 Zulhijah jatuh pada Rabu 1 Juli 2020 Masehi dan 10 Zulhijah, Idul Adha, jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Kami menggunakan metode hisab dengan perhitungan hisab dan rukyat dengan melihat hilal,” kata Menteri Agama, Fachrul Razi.

Namun, ada yang berbeda dengan Idul Adha tahun ini, karena pelaksanaannya bertepatan dengan hari Jumat. Sebagian masyarakat mempertanyakan hadis terkait pelaksanaan Shalat Jumat di hari raya, apakah tetap dikerjakan atau sudah dicukupkan dengan shalat Id.

Anggota tim sekretariat Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Ginanjar Nugraha menyampaikan, bagi laki-laki atau mukallaf ibadah Jumat yang pada pagi harinya melaksanakan salat id, maka lebih utama melaksanakan ibadah Jumat. Namun, bila memilih rukhsah untuk tidak jumat, maka tidak ada shalat zuhur baginya, tapi langsung shalat Ashar.

قَالَ عَطَاءٌ اجْتَمَعَ يَوْمُ جُمُعَةٍ وَيَوْمُ فِطْرٍ عَلَى عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَقَالَ عِيدَانِ اجْتَمَعَا فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ فَجَمَعهُمَا جَمِيعًا فَصَلَّاهُمَا رَكْعَتَيْنِ بُكْرَةً لَمْ يَزِدْ عَلَيْهِمَا حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ

Atha Berkata : Hari Jumat bertepatan dengan hari Idul Fitri pada masa Ibnu Zubair”, kemudian dia berkata : Dua Id berkumpul dalam satu hari, maka ia bermaksud menjama’ keduanya (salat ied sekaligus shalat Jumat) dalam satu shalat, lalu dia shalat dua rakaat di pagi hari (salat ied) serta tidak menambah dua rakaat tersebut sehingga salat Ashar (H.R. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, 3/272).

عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ ، قَالَ : صَلَّى بِنَا ابْنُ الزُّبَيْرِ فِي يَوْمِ عِيدٍ ، فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ أَوَّلَ النَّهَارِ ، ثُمَّ رُحْنَا إِلَى الْجُمُعَةِ ، فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْنَا فَصَلَّيْنَا وُحْدَانًا ، وَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ بِالطَّائِفِ ، فَلَمَّا قَدِمَ ذَكَرْنَا ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ : أَصَابَ السُّنَّةَ

Dari Atha’ bin Abi Rabah berkata : Ibnu Zubair mengimami kami pada shalat id pada hari Jumat pagi hari. Kemudian kami bergegas untuk melaksanakan Jumat, tapi Ibnu Zubair tidak keluar bersama kami, maka kamipun salat masing-masing. Sedangkan Ibnu Abbas Ra sedang berada di Thaif, maka ketika beliau (Ibnu Abbas Ra) pulang, kami sampaikan masalah tersebut. Maka beliau berkata sesuai sunnah (H.R. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, 1/279)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ : قَدِ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ ، فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ ، وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ

Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah Saw sesungguhnya beliau bersabda : Dua id telah bersatu dalam hari kalian, maka siapa yang berkehendak (setelah shalat id tidak melaksanakan Jumat) maka mencukupi kewajiban Jumatnya, akan tetapi kami melaksanakan Jumat (H.R. Abi Dawud, Sunan Abu Dawud, 1/281)

“Zahir hadis Ibnu Zubair menunjukan bahwa beliau tidak shalat zuhur setelah paginya mengimami shalat Id yang jatuh pada hari Jumat,” kata Ustaz Ginanjar.

Lebih lanjut, kalimat fajama’a huma jami’an dalam hadis Ibnu Zubair menunjukan bahwa shalat Id pagi hari berarti juga sekaligus telah Jumat. Adapun bagi yang wajib shalat Jumat, tidak ada kewajiban shalat Zuhur.

“Maka, salat sendiri-sendiri yang dilakukan Atha’ dan lainnya tidak berdasarkan sunah, dan Atha sendiri ragu-ragu,terbukti dengan menyanyakan hal itu kepada Ibnu Abbas Ra. Ibnu Abbas menilai ashaba assunnah itu adalah perbuatan Ibnu Zubair (tidak salat Zuhur), bukan perbuatan Atha’ dan lainnya (salat masing-masing),” ucapnya. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here