Jamaah Jangan Abaikan Protokol Kesehatan jika Tak Ingin Hal Ini Menimpa Masjid

Petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang bersama petugas Dewan Kemakmuaran Masjid (DKM) memeriksa suhu tubuh dan memberikan cairan pembersih tangan kepada jamaah yang akan melaksanakan sholat jumat di Masjid Raya Al Azhom, Tangerang, Banten, Jumat (20/3/2020). DKM Al Azhom tetap melaksanakan shalat Jumat ditengah bayangan penyebaran COVID-19, setelah adanya kesepakatan antara pengurus masjid dengan warga muslim yang dilakukan dengan waktu yang sangat singkat yang tidak lebih dari lima belas menit. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pd.

Indonesiainside.id, Jakarta – Jutaan umat Islam akan menyambut hari Raya Idul Adha dengan pelaksanaan shalat Id’ dan penyembelihan hewan kurban. Di tengah situasi pandemi Covid-19, protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun harus dipatuhi.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Nadjamuddin Ramly mengimbau masyarakat untuk benar-benar menjalankan protokol kesehatan dalam penyelenggaran ibadah, termasuk saat momentum Idul Adha. ini agar tidak terjadi klaster baru dari tempat dan penyelenggaraan ibadah secara berjamaah.

“Masyarakat harus selalu ketat mengamalkan protokol kesehatan jika mengikuti shalat Idul Adha, baik di lapangan maupun di masjid,” kata Ustaz Nadjamuddin kepada Indonesiainside.id, Rabu (29/7).

Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemotongan hewan kurban juga tidak dilakukan di lingkungan masyarakat atau masjid seperi kondisi biasanya. Pengurus masjid diimbau untuk melakukan pemotongan di rumah pemotongan hewan (RPH).

“Penyembelihan hewan kurban sebaiknya dilakukan di RPH terdekat saja, jangan memotong hewan di komplek atau halaman masjid. Termasuk daging kurban juga harus diantar langsung ke rumah para mustahik yang berhak menerima hewan kurban,” ujarnya.

Sebelumnya, MUI melalui omisi Fatwa mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah Covid-19. Fatwa ini menekankan pentingnya memperhatikan protokol kesehatan saat ibadah shalat idul Adha maupun kala menyembelih hewan kurban.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan perlu saling menjaga jarak (physical distancing) dan meminmalisir terjadinya kerumunan. “Selama kegiatan penyembelihan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun selama di area penyembelihan, setiap akan mengantarkan daging kepada penerima, dan sebelum pulang ke rumah,” kata Niam dalam keterangan yang diterima, Sabtu (11/7).

Dia mengatakan, fatwa ini menganjurkan agar penyembelihan kurban dapat dilaksanakan bekerjasama dengan rumah potong hewan. Ketentuan tentang ini, sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standard Sertifikasi Penyembelihan Halal.

“Apabila ketentuan seperti itu tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan,” katanya. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here