PBNU: Masyarakat di Zona Merah Shalat Idul Adha di Rumah

Robikin1
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Dalam merayakan Hari Raya Idul Adha pada Jumat (31/7) mendatang, umat Islam diimbau untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan. Termasuk penyelenggaraan shalat Idul Adha di masjid atau lapangan terbuka, harus berdasarkan status kondisi daerah tersebut.

Ketua PBNU, KH Robikin Emhas menyampaikan, masyarakat yang berada di wilayah belum terkendali, maka shalat Idul Adha dapat dilaksanakan di rumah masing-masing. Ini untuk menghindari terjadinya penularan secara luas.

“Apabila berdasarkan kondisi faktual di suatu tempat, daerah atau wilayah pemerintah menetapkan sebagai zona merah, maka mendahulukan memenuhi perintah agama untuk menjaga kesehatan dengan menjalankan shalat Idul Adha di rumah adalah lebih utama,” kata Robikin dalam keterangan yang dikutip, Rabu (29/7).

Sementara, di tempat, daerah atau wilayah yang secara faktual kategori zona hijau, maka shalat idul adha dilaksanakan di tempat lazimnya. “Bisa di masjid, surau, gedung perkantoran atau tanah lapang,” ujarnya.

Meskipun demikian, PBNU menyarankan masyarakat tetap harus mengenakan masker, jaga jarak, dan lain-lain sesuai protokol kesehatan. Diharapkan juga membawa alas shalat sendiri berupa sajadah dan sejenisnya.

“Bagi mereka yang sedang sakit atau memiliki penyakit bawaan atau usia udzur, di masa pandemi Covid-19 ini memilih mengindarkan diri dari potensi mafsadat dengan melaksanakan shalat idul adha di rumah akan lebih baik,” katanya.(EP)

 

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here