PWNU Jatim Meminta Masjid di Zona Merah Tak Gelar Shalat Idul Adha

Indonesiainside.id, Surabaya— Pengurus masjid yang berada di dalam zona merah Covid-19 dihimbau untuk tidak menggelar ibadah Shalat Idul Adha pada 31 Juli 2020. Himbauan ini datang dari  Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

“Kalau di kawasan itu benar-benar (zona) merah, sebaiknya mereka shalat di rumah masing-masing,” ujar Ketua PWNU Jatim,  KH Marzuki Mustamar saat ditemui di Mapolda Jatim di Surabaya, Rabu (29/7).

Kendati demikian, kata dia, apabila ada masjid yang masuk zona merah tapi di titik tersebut tidak ada penyebaran Covid-19 atau dalam kondisi aman, maka dipersilakan untuk menggelar shalat id berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang dimaksud adalah tetap menggunakan masker, sebelum masuk masjid harus cuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembersih tangan, serta menjaga jarak shalat.

“Kami juga mohon dengan sangat, khutbahnya jangan lama-lama maksimal 10 menit, shalatnya tidak harus pake surat yang panjang. Sehingga kira-kira shalatnya selesai seperempat jam untuk mengurangi lamanya waktu kerumunan,” ucapnya.

Sementara itu, terkait penyembelihan hewan kurban, Marzuki menjelaskan setiap satu ekor hanya boleh ditangani oleh dua sampai lima orang.  “Kemudian, untuk pembagian hewan kurban agar dapat diantar sehingga tidak terjadi kerumunan di tempat penyembelihan,” katanya. (Ant/NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here