Sampaikan Pesan Mulia Umat Islam, Khotbah Hari Arafah Diterjemahkan ke Dalam 10 Bahasa

wukuf
Jutaan jamaah haji seluruh dunia berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan salah satu rukun haji. ANTARA FOTO/Hanni Sofia/pras.

Indonesiainside.id, Makkah – Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, mengatakan bahwa khotbah Hari Arafah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menyampaikan pesan umat Islam kepada khalayak seluas mungkin.

Kepala Presidensi Umum, Syeikh Abdurahman Al-Sudais, menyampaikan hal tersebut dalam media briefing pematangan dan persiapan akhir, tentang rencana Presidensi untuk musim haji tahun ini,

Diketahui, bahwa khotbah pada Hari Arafah memiliki tempat yang besar dan penting di hati umat Islam. Dan pemerintah Saudi sangat berhati-hati dalam menerjemahkan atau pun menyampaikan khotbah.

Sedangkan untuk menyampaikan khotbah penting Hari Arafah itu, Kerajaan Saudi memercayakan Sheikh Abdullah Bin Suleiman Al-Manea, anggota Dewan Cendekiawan Senior dan Penasihat di Kerajaan Saudi untuk mengemban amanah mulia itu besok.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci menyampaikan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (28/7), bahwa Pengumuman terkait khotbah Arafah tersebut diputuskan berdasarkan persetujuan dari Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdul Azis.

Sementara itu, sekitar 1.000 jamaah calon haji berkumpul di Lembah Mina di luar Makkah, pada Rabu (29/7), untuk memulai perjalanan spiritual mereka. Dengan jumlah yang terbatas ini, para jamaah memanfaatkan kesempatan untuk melaksanakan semua rangkaian ibadah haji dengan tenang dan nyaman.

Hari Tarwiyah (mengambil air) menandai awal pelaksanaan ibadah haji. Tidak ada ritual besar, sehingga para jamaah akan menghabiskan waktu mereka berdoa dan bertafakkur hingga matahari terbit pada Kamis (30/7) besok.

Dilansir Arab News, Mina, sekitar 7 km arah timur laut dari Masjidil Haram di Kota Makkah, biasanya akan menjadi situs kota tenda terbesar di dunia, yang menampung sekitar 2,5 juta jamaah.

Namun, partisipasi haji tahun ini dibatasi untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona, dan para jamaah dipilih dari warga Saudi atau ekspatriat yang selama beberapa bulan terakhir tinggal di Kerajaan.

Mereka yang dipilih untuk ambil bagian dalam pelaksanaan haji tahun ini diwajibkan untuk menjalani tes virus corona sebelum mereka tiba di Makkah, lakukan pemeriksaan suhu rutin, dan menjalani karantina ketika mereka mulai tiba di Makkah. Selain itu, mereka akan dikarantina lagi setelah melaksanakan semua rangkaian ibadah haji.

Staf kesehatan dan keselamatan dengan disinfektan akan membersihkan area di sekitar Kabah. Namun, otoritas haji menutup Kabah tahun ini, dan jamaah tidak akan diizinkan untuk menyentuhnya, untuk membatasi kemungkinan infeksi.

Otoritas juga mendirikan pusat kesehatan khusus, rumah sakit lapangan, klinik keliling dan menyiagakan ambulans untuk merawat para jamaah. Sementara para jamaah akan diminta untuk selalu mengenakan masker, dan menjaga jarak sosial.

Para jamaah akan diberi perlengkapan kenyamanan yang mencakup cairan disinfektan, masker, sajadah dan ihram, dan kerikil khusus yang sudah disterilkan untuk ritual lontar jumrah nanti.

“Tidak ada masalah terkait keamanan dalam ibadah haji rahun ini, kami lebih banyak fokus untuk melindungi jamaah dari bahaya pandemi,” kata Khalid bin Qarar Al-Harbi, Direktur Keamanan Publik Arab Saudi.

Pada Kamis (30/7) besok, para peziarah akan melakukan perjalanan ke Arafah untuk mendengarkan khotbah, dalam ritual puncak ibadah haji. Setelah itu, mereka kemudian pergi ke Muzdalifah dan menginap disana, sebelum kembali ke Mina untuk ritual Jamarat. (NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here