Kiswah: Kisah di Balik Sampul Kabah Suci dari Masa ke Masa (bagian 1)

Indonesiainside.id, Makkah – Atas nama Raja Salman, Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal pada Rabu (29/7) menyerahkan Kiswah (kain penutup/pelindung Ka’bah) kepada pengasuh senior Ka’bah, Saleh bin Zain Al-Abidin Al-Shaibi. Kiswah secara tradisi diganti pada hari kesembilan Dul Hijjah, mengikuti jejak Nabi Muhammad ﷺ ﷺ  dan sahabat-sahabatnya.

Setelah penaklukan Makkah pada tahun kesembilan Hijriyah, Nabi Muhammad ﷺ  menutupi Ka’bah dengan kain Yaman saat beliau melakukan ibadah haji perpisahan. Kiswah diganti setahun sekali selama musim haji, ketika para jamaah calon haji berangkat ke Bukit Arafah, dalam persiapan menyambut shalat ied keesokan paginya, yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

Warna-warna penutup Ka’bah mengalami perubahan selama berabad-abad. Nabi Muhammad ﷺ  menutupinya dengan kain Yaman putih bergaris-garis merah, dan Abu Bakar Siddiq, Umar bin Al-Khattab, dan Utsman bin Affan menutupinya dengan kain putih, sedangkan Ibn Al-Zubayr menutupinya dengan brokat merah.

Selama Dinasti Abbasiyah, Ka’bah ditutupi sekali dengan kain putih dan sekali dengan kain merah, sedangkan Dinasti Seljuk menutupinya dengan brokat kuning. Di era Dinasti Abbasiyah Al-Nassir mengubah warna Kiswah menjadi hijau, dan kemudian menjadi brokat hitam, dan warna itu akhirnya tetap dipakai hingga hari ini.

“Ka’bah ditutupi sekali dengan kain putih, sekali kain merah, dan sekali kain hitam, dan pilihan warna didasarkan pada kondisi finansial di setiap zaman,” kata Fawaz Al-Dahas, Direktur Pusat Sejarah Makkah, kepada Arab News.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here