Pemerintah Indonesia Pelajari Kemungkinan Penyelenggaraan Umrah di Tengah Pandemi

Foto: @haramaininfo

Indonesiainside.id, Jakarta– Konsul Haji Konsulat Jenderal RI Jeddah Endang Jumali terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait ibadah umrah. Pemerintah mempelajari kemungkinan pembukaan kembali ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19.

“Saya kemarin sudah kontak dengan bagian teknis di Kementerian Haji Arab Saudi, membicarakan kemungkinan rapat membahas pelaksanaan umrah seusai penyelenggaraan ibadah haji 1441 H,” ujar Endang dalam keterangan resminya pada Selasa (4/8).

Dalam kondisi normal, musim umrah dibuka setelah rangkaian ibadah haji selesai dijalankan pada 12 Zulhijjah atau 2 Agustus lalu. Menurut Endang, pemerintah Arab Saudi akan segera membuka ibadah umrah, karena kasus  Covid-19 terus turun di negara itu.

Pada 25 Juli lalu, negara ini masih mempunyai 2.200 kasus positif, tapi pada 2 Agustus menurun menjadi 1.357 kasus.  “JIka tren Covid-19 terus menurun, tidak menutup kemungkinan penerbangan internasional akan kembali dibuka, termasuk untuk jemaah umrah,” ujar dia.

Menurut Endang, suksesnya penyelenggaraan haji tahun ini dengan protokol kesehatan yang ketat akan menjadi role model penyelenggaraan umrah.  Jika dibuka, kemungkinan penyelenggaraan umrah dilakukan dengan protocol kesehatan ketat.

“Saya yakin jika umrah dibuka, maka protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat,” ucap dia. Bisa jadi, Saudi juga memberlakukan persyaratan ketat, utamanya terkait protokol kesehatan, kepada negara pengirim jemaah umrah,” tambah dia.

Penyelenggaraan ibadah umrah ditangguhkan sejak akhir Februari 2020 menyusul merebaknya pandemi Covid-19 di berbagai negara. Arab Saudi mengeluarkan kebijakan menangguhkan sementara akses masuk ke negaranya, baik untuk umrah maupun ziarah. (AA/NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here