Soal Umrah Pemerintah Menanti Keputusan Saudi, tapi Dipastikan Ongkos Akan Naik

Ilustrasi jemaah haji di Arafah sebelum pandemi Covid-19. Foto: net

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah masih menunggu keputusan Arab Saudi terkait pelaksanaan umrah. Konsul Haji RI di Jeddah, Dr. Endang Jumali intensif melakukan komunikasi dengan pemerintah Saudi.

Endang mengatakan, ibadah umrah akan berpatokan pada ibadah haji yang baru saja digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Karenanya dirinya meminta berbagai peraturan dan penyesuaian terkait Covid-19 segera diberikan kepada pemerintah Indonesia.

“Paling tidak ada informasi awal. Semalam juga saya sudah kontak-kontakan ke bagian teknis di Kementerian Haji (Arab Saudi) untuk bisa kita rapat bersama dalam kaitan umrah ke depan seperti apa,” ungkapnya dalam sebuah webinar, Senin (3/8) sore.

Dalam ibadah haji kemarin, pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan 10.000 jemaah. Itu pun orang-orang yang sudah berada di wilayah negara tersebut. Padahal biasanya ibadah haji diikuti 2,5 juta orang dari seluruh dunia.

Terkait ibadah umrah, Endang menyatakan optimis akan segera dibuka. Apalagi, kata dia, jumlah kasus Covid-19 di Arab Saudi terus turun.

“Per tanggal 25 itu tercatat kasus 2.200 terus menurun sampai kemarin di tanggal 2 Agustus itu 1.357. Jika hal ini terus menunjukkan angka yang positif kan memungkinkan, ketika nanti penerbangan internasional dibuka, umroh juga dibuka,” tambahnya.

Meski begitu, ujarnya, umrah tetap dapat dipengaruhi oleh keadaan Covid-19 di negara asal jemaah. Apalagi kata dia, kasus di Indonesia terus naik.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here