Esensi Pancasila dalam Falsafah Jawa Menurut Pak Harto

Soeharto. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Falsafah dan esensi Pancasila sudah banyak dijelaskan oleh para tokoh sejak dahulu. Salah satunya, mantan Presiden RI HM Soeharto. Presiden kedua Indonesia ini menjelaskan makna Pancasila dalam falsafah Jawa.

Video dokumenter berdurasi satu menit 47 detik itu diunggah putri sulung Pak Harto, Siti Hadijanti Rukmana alias Tutut Soeharto di akun Twitternya. Penjelasan itu disampaikan Soeharto saat temu wicara pada acara penerimaan para pejabat Kepolisian RI di Tapos 6 Februari 1994.

“Bapak tidak jarang memberi penjelasan atas sesuatu hal, seperti menjelaskan esensi Pancasila, menggunakan falsafah Jawa. Dalam video temu wicara ini bapak menjelaskan esensi Pancasila dan jatidiri hidup menggunakan falsafah huruf jawa ‘Ha Na Ca Ra Ka’,” kata Tutut seperti dikutip, Jumat (6/8).

Melalui falsafah huruf Jawa ini, Pak Harto menjelaskan “sangkan paran”, asal muasal dan tujuan hidup manusia. Manusia berasal dari Allah Swt dan akan kembali kepada-Nya.

“Manusia dibekali sejumlah kelengkapan, termasuk dua sifat yang bertentangan. Maka setiap manusia sendirilah yang menentukan hendak memenangkan sifat yang mana dalam dirinya sendiri,” ujarnya.

Tutut menuliskan bahwa manusia secara kodrati juga bukan makhluk individual saja, namun juga makhluk sosial. Dua sifat itu, melekat dalam setiap manusia, monodualistis.

Menurut dia, pemahaman itu merupkan kunci pemahaman dan penghayatan Pancasila. “Penduduk Jawa merupakan jumlah terbesar dari bangsa ini, maka pendekatan kultural tidak kalah penting untuk menjelaskan idiologi bangsa Pancasila agar mudah di pahami dan di laksanakan oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.

“Pancasila harus terus dimasyarakatkan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” lanjutnya. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here