Museum Haramain Dibuka Kembali untuk Pengunjung Mulai 18 Oktober

Museum Imarat al-Haramain Ash-Sharifain.

Indonesiainside.id, Jakarta–Museum Masjidil Haramain (Museum Imarat al-Haramain Ash-Sharifain) akan kembali dibuka untuk muktamirin dan peziarah, mulai 18 Oktober 2020 setelah jeda lebih dari enam bulan.  Museum Haramain, yang dikenal dengan Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci, ditutup pada Maret lalu, menyusul penangguhan ibadah umrah dan ziarah ke Masjidil Harmain, sebagai pencegahan dan protokol membendung penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pembukaan kembali aktivitas umrah secara bertahap dan ziarah ke Masjidil Haramaian, yang efektif mulai 4 Oktober ini. Hal ini sekaligus pembukaan kembali museum yang dibangun oleh Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haramain.

Sebagaimana dikutip alarabiya.net,  Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haramain Syaikh Abdul Rahman Al-Sudais,  telah memberikan arahan untuk membuka kembali museum sebagai bagian dari pembukaan kembali secara bertahap semua fasilitas dan lembaga eksternal Masjidil Haramain.  Museum ini menampilkan dimensi budaya dan sejarah dari Dua Masjid Suci.

Museum tersebut diresmikan oleh Amir Makkah, Pangeran Abdul Majeed,  pada 25 Syawal 1420. Museum juga memiliki karakter unik dalam dunia Islam, karena menampilkan peninggalan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah yang dilestarikan sejak beberapa-abad lampau.

Museum memiliki luas lebih dari 1.200 meter persegi dan desain eksteriornya selaras dengan dekorasi Islam yang unik di Masjidil Haram. Lokasinya terletak di sebelah Pabrik Kiswa Ka’bah di distrik Umm Al-Jood di Makkah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here