Keberangkatan Jamaah Umrah Indonesia Menunggu Izin dari Arab Saudi

Jamaah haji melakukan prosesi lempar jumrah dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Jamarat, Mina, Arab Saudi, Jum'at (31/7/2020). Haramain Info

Indonesiainside.id, Jakarta– Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan saat ini Arab Saudi baru mengizinkan umrah khusus bagi warga dan ekspatriat yang tinggal di Saudi. Indonesia hingga saat ini masih menunggu izin pemerintah Arab Saudi untuk mengirim jamaah umrah ke Tanah Suci.

Pelaksanaan umrah tahap pertama ini berlaku pada 4-18 Oktober dengan kuota 6000 jamaah.  “Untuk negara-negara dari luar Saudi belum ada statement resminya,” ujar Endang kepada Anadolu Agency pada Selasa (6/10).

Endang sendiri mengatakan Arab Saudi memberikan persyaratan-persyaratan terkait Covid-19 bagi negara luar untuk dapat mengirim jamaah umrah. “Secara umum kuncinya adalah perkembangan Covid baik di Saudi ataupun negara-negara pengirim umrah,” kata dia.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengaku optimis Indonesia masuk dalam rilis negara-negara yang diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah umrah.

Menurut Nizar, hasil analisis yang dilakukan pemerintah, Indonesia termasuk negara yang bakal mendapat izin umrah dari Saudi pada 1 November 2020 mendatang.

“Hal itu mengingat saat ini Indonesia diperbolehkan masuk Saudi untuk bisnis dan hubungan diplomatik, tentu hal ini menjadi indikasi bagi Indonesia kelak mendapatkan izin,” papar Nizar saat Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) di Yogyakarta pada Senin.

Nizar menjelaskan tahap kedua pelaksanaan umrah akan dilakukan pada 18 Oktober dengan menambah kuota menjadi 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram atau 15 ribu jamaah umrah dan 40 ribu jamaah shalat per hari. “Tahap kedua ini masih sama berlaku hanya untuk warga negara Saudi dan mukimin,” terang dia.

Ketiga, ucap Nizar, mengizinkan ibadah umrah dan shalat bagi warga Saudi, mukimin dan warga dari luar kerajaan yang akan dimulai pada 1 November.  Pada tahap ini, terang Nizar, kuota bertambah menjadi 100 persen kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu 20 ribu jamaah umrah per hari dan 60 ribu jamaah shalat per hari.

“Keberangkatan jamaah umrah Indonesia tetap menunggu pengumuman dan izin dari Arab Saudi. Mungkin akan diumumkan 10 hari menjelang 1 November 2020,” ungkap dia. (NE/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here