Pakar Falak dan Astronomi Matangkan Konsep Unifikasi Kalender Hijriyah

Ilustrasi kalender Hijriyah. Foto: net

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Agama menggelar Temu Kerja Hisab Rukyat di Yogyakarta. Membahas konsep unifikasi Kalender Hijriyah.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pakar falak, astronomi dan unsur terkait lainnya hadir membahas pelbagai permasalahan hisab rukyat. Salah satunya pematangan konsep unifikasi Kalender Hijriyah.

Isu-isu pokok yang dilontarkan di antaranya Prospek Kalender Islam Global Kajian Kriteria Turki dan Rekomendasi Jakata 2017 oleh Kepala Lapan Thomas Jamaludin. Lalu Naskah Akademik Unifikasi Kalender Hijriyah dengan pemateri Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Susiknan Azhari.

Kemudian Waktu Fajar dalam perspektif Fikih dan Sains (Hasil Observasi) bersama Pakar Hisab Rukyat Abdul Muid Zahid, Kebijakan Kanwil Kemenag DIY Tentang Hisab Rukyat oleh Edi Gunawan, serta Riview Awal Bulan Kamariah 2021-2022 yang disampaikan Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, Temu Kerja Hisab Rukyat merupakan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan hisab rukyat di Indonesia. Ini termasuk analisis persoalan aktual dan kekininian yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya unifikasi kalender Hijriyah di Indonesia.

Guru besar UIN Alaudin Makassar ini menyampaikan langkah progressif yang terbuka untuk terus ditempuh dalam mengekplorasi gagasan dan langkah strategis guna mewujudkan unifikasi kalender hijriyah tersebut.

“Pada tahun ini kita mencoba untuk menyusun Naskah Akademis unifikasi kalender hijriah yang komprehensif dengan memadukan aspek syar’i dan sains, harapannya ini menjadi strategi baru dalam mengupayakan terwujudnya penyatuan kalender hijriyah,” papar Kamaruddin dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here