Palestina Kecam Kunjungan Delegasi UEA ke Masjid Al-Aqsha dengan Perlindungan Zionis

Pemukim ilegal Yahudi di Komplek Masjid Al Aqsha (AA)

Indonesiainside.id, Ramallah– Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh mengkritik Pada Minggu kemarin delegasi Uni Emirat Arab (UEA) mengunjungi Masjid Al-Aqsha di bawah perlindungan pasukan penjajah.

“Masjid Al-Aqsha harus dimasuki melalui gerbang pemiliknya, bukan melalui gerbang pendudukan Israel,” kata Shtayyeh dalam rapat kabinet mingguan pada Senin (19/10). “Sangat menyedihkan melihat beberapa delegasi Arab memasuki kompleks itu melalui gerbang Israel, sementara jamaah tidak diberi akses ke sana untuk melakukan sholat,” tambah dia dikutip Anadolu.

Pada hari Ahad, delegasi dari Uni Emirat Arab (UEA) mengunjungi Masjid Al-Aqsha di bawah perlindungan pasukan Israel.  Kunjungan itu dilakukan saat Bahrain dan Israel menandatangani kesepakatan pada Minggu untuk meresmikan hubungan diplomatik mereka.

Shtayyeh menggambarkan kesepakatan Bahrain-Israel sebagai “hadiah gratis bagi penjajah Israel agar mendorongnya untuk mencaplok lebih banyak tanah Palestina dan membangun lebih banyak permukiman Yahudi.  Bahrain, UEA dan Israel sepakat untuk menjalin hubungan diplomatik, budaya, dan komersial penuh setelah penandatanganan perjanjian normalisasi yang kontroversial pada 15 September di Gedung Putih.

Kesepakatan normalisasi menuai kecaman luas dari warga Palestina, yang mengatakan kesepakatan tersebut mengabaikan hak-hak mereka dan tidak melayani kepentingan Palestina. (NE/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here