5 Kebiasaan Rasulullah Saat Berangkat Shalat Ied

jamaah shalat di Masjid Istiqlal. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta — Shalat ied adalah ibadah sunah yang dilakukan setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Shalat ied termasuk sunah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

Sejak disyariatkan pada tahun kedua hijriah, Rasulullah tidak meninggalkannya hingga wafat. Secara umum syarat dan rukun shalat ied tidak berbeda dari shalat lima waktu, termasuk soal hal-hal yang membatalkan.

1. Mandi biar segar dan kece

Nabi Muhammad menganjurkan umatnya agar mandi terlebih dahulu sebelum berangkat shalat ied, baik pada Idul Fitri maupun Idul Adha. Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat riwayat yang shahih yang menceritakan bahwa Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mandi pada hari ‘ied sebelum berangkat shalat.

2. Dandan dan memakai pakaian terbaik

Ibnu Qayyim mengatakan, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar ketika shalat ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik

“Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)

3. Dianjurkan makan sebelum berangkat ke tempat shalat

Nabi Muhammad selalu makan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri walaupun hanya sedikit. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia shalat dulu.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad)

Hikmahnya adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan disantap.

4. Jalan kaki menuju tempat shalat

Nabi Muhammad biasanya jalan kaki menuju tempat salat. Dalam sebuah hadis riwayat At Tirmidzi disebutkan, “Dan dari Ali Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Termasuk dari sunnah adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki.”

Apalagi jalan kaki bersama keluarga terkasih menuju tempat shalat. Jangan jalan kaki kalau kamu tinggal di Jakarta tapi shalatnya di Masjid Raya Bogor.

5. Mengumandangkan takbir

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir. (Dikeluarkan dalam As Silsilahh Ash Shahihah no. 171).

Dalam kitab Raudlatut Thalibin dianjurkan untuk memperdengarkan kumandang takbir pada malam hari raya, sejak terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya Idul Fitri.(*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here