Mengenal ARV, Obat Harapan Hidup Penderita HIV/AIDS

Parade budaya dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018). Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) harus meminum ARV seumur hidup

Indonesiainside.id, Jakarta — Pengobatan antiretroviral merupakan bagian dari pengobatan HIV dan AIDS untuk mengurangi risiko penularan HIV, menghambat perburukan infeksi oportunistik, meningkatkan kualitas hidup penderita HIV, dan menurunkan jumlah virus dalam darah sampai tidak terdeteksi.

Antiretroviral akan mengontrol proses replikasi virus HIV dengan membuat salinan palsu DNA. Hal itu membuat HIV tampak seperti bagian normal dari tubuh yang tidak mengancam, sehingga sistem kekebalan tidak bisa mendeteksi virus dan HIV dalam tubuh tetap aman.

Pada tahun 2015, menurut World Health Organization (WHO) antiretroviral sudah digunakan pada 46% pasien HIV di berbagai negara. Penggunaan ARV tersebut telah berhasil menurunkan angka kematian terkait HIV/AIDS dari 1,5 juta pada tahun 2010 menjadi 1,1 juta pada tahun 2015.

Antiretroviral selain sebagai antivirus juga berguna untuk mencegah penularan HIV kepada pasangan seksual, maupun penularan HIV dari ibu ke anaknya. Hingga pada akhirnya diharapkan mengurangi jumlah kasus orang terinfeksi HIV baru di berbagai negara.

Sebagaimana Pereturan Menteri Kesehatan No 87 tahun 2014, Antiretroviral diberikan setelah mendapatkan konseling. Memiliki pendampingan sebagai Pemantau Meminum Obat (PMO) dan patuh meminum obat seumur hidup.

Pengobatan antiretroviral dimulai di rumah sakit yang sekurang-kurangnya kelas C dan dapat dilanjutkan di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here