Terinspirasi Melukis Cahaya

Lukisan karya Baron Basuning bertema NOOR atau cahaya, dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Foto: Istimewa

Oleh: Anisa Tri Kusuma

Baron Basuning menggelar pemaran tunggal, dengan menyajikan 38 karya yang mengangkat tema Noor

Indonesiainside.id, Jakarta — Baron Basuning Studio bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia menggelar Pameran Tunggal Seni Rupa Abstrak Baron Basuning bertajuk “NOOR”. Pameran ini menyajikan 38 maha karya Baron yang sebagian besar terinspirasi dari cahaya.

Baron Basuning adalah pelukis yang terkenal dengan karya abstraknya, dan yang menjadi ciri khas karya Baron adalah warna hitam yang mendominasi setiap lukisannya. Baron bukanlah orang baru dalam dunia seni di Indonesia, dengan latar belakang aktivis dan jurnalis di komunitas Erros Djarot, ia mulai memantapkan diri menjadi seniman, sejak 20 tahun lalu.

Baron mengatakan, tema utama Noor merupakan ungkapan emosi dan ekpresinya tentang manusia dan alam yang berjalan menuju cahaya, yaitu Sang Pencipta.

Dalam karya-karyanya Baron menggoreskan eufemisme dari keprihatinan, kegelisahan, kegembiraan, kebahagiaan, dan cinta yang dapat dinikmati oleh pencinta seni. Karya yang ia ciptakan terinsipirasi dalam kunjungannya ke berbagai bangunan masjid di luar negeri.

Di antara sekian banyak masjid dan bangunan yang dia kunjungi, ada tiga yang disebutkannya, yaitu bangunan masjid Nasrid Palace, Alhambra, Spanyol; masjid Nasir Al Mulk, Shiraz, Iran dan Taj Mahal, India. Ia mengungkapkan pengalaman batin yang luar biasa melalui sapuan kuas di atas kanvas. “Semua karya ini lahir dari pengalaman juga memory ditempat yang pernah dikunjungi,” ujarnya.

Menurut kurator pameran Eddy Soetriyono, pengalaman berada di tempat-tempat suci yang disinari cahaya tersebut membuat Baron dapat melahirkan karya-karya abstrak yang menyentuh.  “Tidak seperti kubah bangunan Islam lainnya, kubah masjid Alhambra menampilkan abstraksi trimata yang terpancar indah karena cahaya,” katanya.

Hal ini, sambungnya, membuktikan bahwa bangunan atau arsitektur Islam tidak melulu soal kaligrafi, geometri, dan arabesque saja. Figur atau bentuk yang dilukis di kanvas bukanlah bagian dari yang ditemukan di dunia nyata.

Inilah yang diupayakan seorang Baron Basuning dalam setiap karyanya. (Kbb)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here