Mengapa Tas Mewah Berharga Mahal?

tas mewah
Salah satu tas mahal dari brand Chanel. Foto: mtmercy.edu

Oleh: Anisa Tri K

Indonesiainside.id, Jakarta – Baru-baru ini, sosial media twitter tengah ramai membahas tas 20 juta. Awalnya, akun @tinystardustt membuat status jika dirinya mampu untuk memiliki tas mewah seharga puluhan juta rupiah.

https://twitter.com/tinystardustt/status/1155713656027406341?s=20

Bagi sebagian masyarakat, tas-tas mewah rancangan desainer top tidak terjangkau sama sekali. Dilansir dari dailymail.co.uk harga tas-tas mewah rancangan desainer dunia, semakin lama harganya semakin meroket.

Disebutkan, bahwa harga Large Classic Flap Bag dari Chanel meningkat 70 persen menjadi 2.740 poundsterling (sekitar Rp 51,7 juta) dalam waktu 5 tahun. Tas kulit Bayswater dari Mulberry yang pada tahun 2012 berharga 650 poundsterling (sekitar Rp 12,2 juta) tahun ini berharga 895 poundsterling (Rp 16,9 juta). Pada tahun 2012 lalu, Clutch Alexander McQueen berharga 845 poundsterling (sekitar Rp 15,9 juta), kini dibandrol dengan harga 995 poundsterling (Rp 18,8 juta).

Sebenarnya, apa alasan masuk akal dari kenaikan harga tas-tas mewah tersebut?

Ketika tas-tas tersebut menjadi terjangkau bagi kelas menengah, maka tas-tas itu jadi kurang diminati oleh masyarakat kelas atas. Sungguh alasan yang mengejutkan, karena kenaikan harga itu bukan masalah tingginya biaya produksi, tapi karena dalih ‘menyelamatkan’ gengsi kelas menengah atas.

Masyarakat kelas atas, menginginkan benda yang paling eksklusif. Hal inilah yang berusaha dihadirkan oleh produsen high branded). Alasan harga tas-tas mewah tersebut meroket, yakni untuk menghadirkan eksklusifitas yang dicari oleh para konsumen super kaya.

“Ada banyak orang super kaya di China dan Rusia. Di bagian barat sendiri, kekayaan orang-orang kelas atas meningkat cepat dibanding lapisan masyarakat lainnya. Mereka adalah konsumen yang tidak berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang lebih dari 1000 poundsterling (sekitar 18,8 juta) untuk sebuah tas dan menggantinya setiap musim,” ucap konsultan bisnis ritel fashion Sandra Halliday.

Seorang pensiunan administrator, Jilly Hope (67 tahun), yang setiap tahunnya membeli tas-tas mewah mengaku bahwa kini ia harus mengorbankan hobinya itu. “Saya memang menghabiskan cukup banyak uang untuk membeli tas-tas itu. Namun saya menggunakannya setiap hari dan tas-tas itu tetap terlihat bagus,” ucap Jilly.

“Sebuah tas bagus akan menaikkan level tampilan meski saat itu kita hanya mengenakan busana kasual. Tapi saya harus benar-benar memiliki alasan yang kuat untuk membayar 900 poundsterling (sekitar Rp 17 juta) untuk sebuah tas,” Lanjutnya,

Tak salah jika dikatakan bahwa satu fungsi dari membeli tas-tas mewah itu adalah untuk investasi. Pada Mei 2012, sebuah tas berbahan kulit buaya dari Hermes terjual dengan harga 40.000 poundsterling (sekitar Rp 755 juta) pada sebuah lelang.

Perilaku konsumen ini, oleh para pelaku bisnis disebut sebagai ‘veblen goods’. Semakin mahal barang yang ditawarkan, maka semakin tinggi juga nilai gengsi yang didapatkan.

Sah-sah saja bila Anda menyukai, menginginkan dan berniat membeli tas-tas mewah tersebut. Yang terpenting adalah, bagaimana Anda dapat menentukan prioritas pengeluaran secara bijak. Jangan sampai hanya karena terlalu mengejar gengsi, Anda jadi menelantarkan kebutuhan penting lainnya.

Kehidupan Fashion Anda tidak akan runtuh hanya karena tidak memiliki koleksi tas mewah di lemari. Anda bahkan bisa tampil lebih modis, dengan pandai memilih model tas dan memadu-padankannya dengan gaya busana Anda. Pertanyaanya, mana yang lebih Anda nikmati, style atau label? (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here