Mengenal Plasenta Previa, Gejala Kehamilan yang Diderita Istri Rifky Balweel

rifky balweel dan biby alraen
Biby Alraen dan Rifky Balweel. Foto: centroone

Oleh: Anisa Tri K

Indonesiainside.id, Jakarta – Pasangan Rifky Balweel dan sang istri, Biby Alraen, tengah berbahagia. Setelah 1 tahun menikah, Rifky dan Biby Alraen tengah hamil buah hati pertamanya. Biby mengaku tak mengalami mual seperti ibu hamil pada umumnya.

“Kalau mual sampai muntah, dari pertama hamil sampai sekarang nggak ngerasain muntah, nggak mual, nggak pernah sama sekali,” ungkapnya.

Namun, Biby Alraen sempat alami pendarahan hingga dirawat di Rumah Sakit selama beberapa hari. “Cuman kemarin sempat dirawat 5 hari di Rumah Sakit karena pendarahan, keluar darah,” kata Biby.

Setelah diperiksa, ternyata ia mengalami kondisi placenta previa atau posisi plasenta terlalu ke bawah yang membuatnya rawan pendarahan bila terlalu kelelahan.

“Pas dicek ternyata letak plasenta bayinya di bawah banget dekat mulut rahim, jadi kalau misalnya kecapekan itu sensitif banget keluar darah, jadi aku harus banyak bedrest total,” jelasnya.

Mengetahui sang istri mengalami pendarahan, Rifky Balweel mengaku sempat dilanda rasa khawatir. “Pasti, pasti semakin nggak mau dia semakin capek. Dan kemarin panik juga sih kita pas lihat darah itu keluar,” ucap Rifky.

Namun, pemain sinetron berusia 29 tahun itu bisa bernafas lega usai mengetahui jika kondisi sang janin baik-baik saja.

Apa itu Plasenta Previa?

Mengutip dari hallo doc, plasenta previa adalah kondisi ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan hebat, baik sebelum maupun saat persalinan.

Plasenta adalah organ yang terbentuk di rahim pada masa kehamilan. Organ ini berfungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin, serta membuang limbah dari janin. Normalnya, plasenta memang berada di bagian bawah rahim pada awal masa kehamilan, namun seiring pertambahan usia kehamilan dan perkembangan rahim, plasenta akan bergerak ke atas. Pada kasus plasenta previa, posisi plasenta tidak bergerak dari bawah rahim hingga mendekati waktu persalinan.

Gejala Plasenta Previa

Gejala utama plasenta previa adalah perdarahan dari vagina yang terjadi pada akhir trimester kedua atau di awal trimester ketiga kehamilan. Perdarahan bisa banyak atau sedikit, dan akan berulang dalam beberapa hari. Perdarahan tersebut juga dapat muncul setelah berhubungan intim dan disertai dengan kontraksi atau kram perut.

Penyebab dan Faktor Risiko Plasenta Previa

Penyebab plasenta previa belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diduga dapat membuat ibu hamil lebih berisiko menderita kondisi ini, yaitu:

– Berusia 35 tahun atau lebih.
– Merokok saat hamil atau menyalahgunakan kokain.
– Memiliki bentuk rahim yang tidak normal.
– Bukan kehamilan pertama.
– Kehamilan sebelumnya juga mengalami plasenta previa.
– Posisi janin tidak normal, misalnya sungsang atau lintang.
– Hamil bayi kembar.
– Pernah keguguran.
– Pernah menjalani operasi pada rahim, seperti kuret, pengangkatan miom, atau operasi caesar.

Pengobatan Plasenta Previa

Pengobatan plasenta previa bertujuan untuk mencegah perdarahan. Penanganan yang akan diberikan oleh dokter tergantung kepada kondisi kesehatan ibu dan janin, usia kandungan, posisi ari-ari, dan tingkat keparahan perdarahan.

Pada ibu hamil yang tidak mengalami perdarahan atau hanya mengalami perdarahan ringan, biasanya dokter akan memperbolehkan ibu hamil melakukan perawatan secara mandiri di rumah, seperti banyak berbaring, menghindari olahraga, dan menghindari hubungan intim.

Bila ibu hamil mengalami perdarahan hebat apalagi berulang, dokter kandungan akan menyarankan agar bayi dilahirkan secepatnya melalui operasi caesar. Namun jika usia kandungannya kurang dari 36 minggu, ibu hamil akan diberikan suntikan obat kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru janin. Bila perlu, ibu hamil juga akan diberikan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here