Terapi Sel Punca Untuk Peremajaan Kulit

Sel Punca. (Foto: neubergdiagnostics.com)

Oleh: Anisa Tri K

Indonesiainside.id, Jakarta – Terapi sel punca atau stem cell untuk perawatan anti aging telah banyak dilakukan di berbagai belahan dunia. Peremajaan sel ini bertujuan untuk mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit seperti kerutan, garis halus, flek, kulit kusam, dan kulit kering.

Dalam satu hingga tiga kali perawatan, kulit akan mengalami regenerasi sehingga memiliki kelenturan, kekenyalan, dan kelembapan alami yang membuat kulit tampak lebih muda.

Sel punca tersebut biasanya diaplikasikan ke dalam lapisan kulit wajah dengan cara langsung disuntikkan.
Sel punca yang diambil biasanya dapat diperoleh dari sel lemak, sumsum tulang belakang, dan tali pusar. Namun, untuk terapi kecantikan biasanya menggunakan sel lemak yang diambil dari lapisan lemak di tubuh pasien seperti daerah perut atau pinggang.

Sel lemak yang diambil, kemudian diproses dan disimpan dalam laboratorium khusus untuk menghasilkan sel punca. Sel punca tersebut dipisahkan dari sel lemak, lalu sel punca tersebut akan disuntikkan kembali kedalam tubuh.

Di Indonesia sendiri, penelitian dalam bidang sel punca mengalami kemajuan yang cukup pesat. Para peneliti menggunakan sel punca untuk mengetahui dan mempelajari proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh manusia, serta patogenesis penyakit-penyakit yang diderita pasien.

“Sel punca mempunyai kemampuan untuk mengganti sel yang rusak atau sakit. Stem cell berfungsi untuk mengembalikan keremajaan sel. Regenerasi sel ini berfungsi untuk mengembalikan stamina dan peremajaan tubuh sehingga tampak awet muda, serta bisa untuk menyembuhkan penyakit,” ujar dr. M. Syaifudin, MARS, Pakar Sel Punca dari Klinik MMC Lamongan  dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/8).

Lebih jauh Syaifudin menjelaskan, ketika manusia memasuki umur di atas usia 45 tahun, setidaknya manusia akan mengalami penurunan massa otot satu kilogram setiap dua tahun.

Faktor lingkungan serta gaya hidup juga menjadi faktor utamanya percepatan penuaan sel-sel dalam tubuh. Untuk mengembalikan keremajaan sel tubuh, setidaknya ada delapan hal yang bisa dilakukan, diantaranya berolahraga, diet sehat, menghindari stres, endokrin (hormon), suplemen gen, estetika, imun, dan sel punca.

Syaifudin menambahkan, olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran dan peremajaan sel tubuh. “Untuk olahraga yang baik itu pukul 05.30 WIB pagi agar terpapar sinar matahari pagi. Olahraga di luar jam tersebut hanya bermanfaat untuk pembentukan fisik (body) bukan untuk peremajaan sel,” tuturnya.

Jika dilakukan secara rutin, maka tubuh akan memiliki mekanisme sendiri melakukan peremajaan sel. Namun, alternatif lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan terapi stem cell. Untuk saat ini, di Indonesia tak semua rumah sakit bisa melakukan pelaksanaan terapi stem cell.

Ada beberapa rumah sakit yang sudah bisa melakukan layanan sel punca. Di antaranya Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) dan RS Dr Soetomo Surabaya, juga klinik MMC Lamongan. Beberapa tempat praktik ini sudah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 32 tahun 2014 tentang Penetapan Rumah Sakit Pusat Pengembangan Pelayanan Medis Penelitian dan Pendidikan Bank Jaringan dan Sel Punca. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here