Desainer Milenial NTT Berkarya Lewat Tenun Nusantara

Jakarta Fashion Week 2020
Dekranasda Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) provinsi Nusa Tenggara Timur dan desainer milenial NTT dalam ajang Jakarta Fashion Week 2020. Selasa (22/10). Foto: Anisa Tri K/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Talenta desainer tanah air, nyatanya tidak hanya didominasi oleh para milenial yang tinggal di kota-kota besar. Dalam rangka pemberdayaan para penenun kain tradisonal, Dewan Kerajinan Tenun Nasional (Dekranasda) provinsi Nusa Tenggara Timur menggandeng para siswa dan remaja yang berasal dari 7 kabupaten, diantaranya dari Flores, Sumba, Timor dan Lembata.

“Tujuan kami melibatkan desainer lokal serta pengrajin tenun adalah dalam rangka pengembangan kreativitas baik dalam desain maupun padu padan motif dan warna sehingga bisa menjadi produk tenun unggulan yang bisa bersaing di pasar global,” ujar Ketua Dekranasda Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) provinsi Nusa Tenggara Timur, Julie Sutrisno Laiskodat saat ditemui di JFW 2020, Selasa (22/10).

Para desainer lokal ini dilakukan pembinaan oleh desainer nusantara papan atas, Defrico Audy. Menurut Audy, banyak para milenial NTT yang memiliki potensi, namun masih lemah dalam hal pembinaan. Untuk itulah, saat ini, sekolah-sekolah khususnya sekolah kejuruan di NTT memiliki ekstrakurikuler yang berbeda dari daerah lainnya. Yakni mereka dibina oleh membuat tenun, yang kemudian karya mereka akan disalurkan oleh Dekranasda untuk diperjualbelikan.

“Kami melakukan pembinaan pada siswa-siswi yang bertalenta. Dengan bimbingan ini, harapannya adalah agar para generasi muda tergugah untuk meneruskan tradisi leluhur,” ujar Audy.

Benar saja, desain tenun khas Nusa Tenggara Timur karya anak daerah ini sudah diperkenalkan ke ajang pekan mode dunia, seperti New York, Paris dan London. yang terbaru hasil rancangan mereka diperkenalkan di festival Indonesia Oslo Norwegia ke Pacific Exposition di Auklan Selandia baru.

Dengan berbagai torehan prestasi ini, tentunya tidak hanya mengangkat perekonomian masyarakat setempat, diharapkan tenun NTT bisa terus dikembangkan oleh para generasi muda demi melestarikan warisan leluhur. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here