Tingkat Komplikasi Jauh Lebih Tinggi, FDA Larang Operasi Lasik

Ilustrasi operasi lasik. Foto: my healthy click

Indonesiainside.id, Jakarta – Dunia mengenal lasik sebagai salah satu jenis prosedur mata yang paling populer. Pada awalnya, operasi khusus mata ini berbiaya sangat mahal, namun seiring perkembangan teknologi, operasi mata laser sekarang lebih terjangkau.

Banyak pasien yang menyukai hasil dari operasi berbasis teknologi ini, tetapi bukan berarti tidak ada komplikasi, dalam kasus-kasus tertentu, terkadang komplikasi terjadi cukup parah,

Sejak disetujui oleh Food & Drug Administration (FDA) lebih dari 20 tahun yang lalu, diperkirakan 20 juta orang di AS telah menjalani operasi. Namun, pada Kamis (14/11) Morris Waxler salah satu ahli yang dikonsultasikan atas persetujuan lasik oleh FDA mengatakan, jika operasi lasik harus dihentikan dari dunia medis, seperti dilansir dari People, Sabtu (16/11).

Diberitakan Bgr.com, Sabtu, Waxler mengatakan bahwa FDA mengabaikan data yang menunjukkan lasik harus dilarang. Meskipun memahami jika setiap prosedur medis mengandung risiko, tetapi Waxler mengatakan bahwa tingkat komplikasi setelah operasi lasik jauh lebih tinggi daripada yang seharusnya dapat diterima.

“Beberapa pasien telah melaporkan penglihatan ganda dan starburst yang merupakan kabur dari suatu objek, sering menyala di malam hari,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Waxler telah menganalisis data secara independen dan mengamati tingkat komplikasi penglihatan hingga 30 persen, dan ia telah mengajukan petisi untuk penarikan kembali LASIK. FDA mengatakan kepada CBS News bahwa mereka menolak saran tersebut karena belum menemukan masalah keamanan baru yang terkait dengan perangkat lasik.

Ketika seorang dokter melakukan prosedur lasik, laser digunakan untuk membentuk kembali kornea. Ini dapat memperbaiki masalah penglihatan umum seperti rabun jauh, yang sebaliknya akan memerlukan lensa kontak atau kacamata resep.

Waxler mengklaim bahwa berdasarkan analisisnya sendiri tentang tingkat komplikasi, antara 10% dan 30% pasien mengalami efek samping jangka panjang. Penting untuk dicatat bahwa angka-angka itu tidak resmi dengan cara apa pun dan sejauh menyangkut FDA, lasik adalah prosedur yang harus menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan operasi mata dengan aman dan nyaman namun dengan risiko potensial. Waxler berpendapat jika seharusnya lasik tidak dianggap sebagai pilihan bagi individu yang penglihatannya dapat dengan mudah diperbaiki dengan kacamata atau kontak. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here