Ikatan Dokter Indonesia Bantah Pernyataan Menteri Kesehatan Terawan

Ketua Biro Hukum dan Pembinaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr HN Nazar
Ketua Biro Hukum dan Pembinaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr HN Nazar, Minggu (1/12). Foto: Anisa Tri K/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto berpendapat jika salah satu faktor penyebab defisit anggaran BPJS adalah pelayanan medis yang dilakukan dokter terhadap pasien secara berlebihan.

Menanggapi pernyataan itu, Ketua Biro Hukum dan Pembinaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr HN Nazar menyatakan ketidaksetujuannya.

“Kami tidak sepakat defisit atau penggelembungan pembiayaan yang jauh di atas dari perhitungan itu disebabkan perbuatan profesi atau tindak medis,” katanya, saat ditemui pada Minggu (1/12).

Nazar berpendapat jika pemerintah perlu melakukan audit medis terkait rekomendasi rujukan dokter kepada pasien. Pasalnya, tindakan itu menjadi salah satu penyebab terjadinya defisit BPJS Kesehatan.

Saat ini IDI tengah mengaudit tindak profesi yang dinilai menyimpang. “Peran RS institusi tempat berkiprah dokter sangat besar, terutama dalam masalah verifikasi. Itu yang kami garis bawahi” ujar Nazar.

Sebelumnya, Terawan menyinggung kenaikan defisit anggaran BPJS ini. Menurutnya, BPJS harus menyesuaikan dana yang terbatas.

“Kalau uangnya terbatas, ya pengeluaran nya harus dibatasi,” kata Terawan kepada media di gedung Kemenkes, Jumat (29/11).

Lebih lanjut, Terawan menghimbau agar para dokter dan tenaga medis yang menggunakan dana BPJS melakukan pelayanan yang tidak melebihi kriteria anggaran. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here