Peneliti Temukan MRI Pendeteksi Depresi

teknologi MRI
Ilustrasi pemindaian otak menggunakan teknologi MRI. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Kemajuan terbaru dalam pemindaian otak (MRI) dapat membawa kabar baik bagi orang yang mengalami depresi. Dua tipe baru MRI, diharapkan mampu mengenali karakteristik otak yang berbeda dari kondisi tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka memperdalam pengetahuan tentang bagaimana depresi mempengaruhi otak dan harus mengarah pada perawatan yang lebih baik seperti dilaporkan medical news today, Kamis (5/12).

Salah satu jenis MRI terbaru, mengungkapkan adanya perbedaan penghalang darah-otak (BBB), dan yang lainnya menyoroti perbedaan dalam jaringan koneksi kompleks otak.

Para ilmuwan baru-baru ini menggunakan teknologi MRI baru pada pasien dengan atau tanpa gangguan depresi mayor (MDD). Presentasi pada temuan ini akan ditampilkan minggu ini di RSNA 2019, pertemuan tahunan ke 105 dari Masyarakat Radiologis Amerika Utara, yang berlangsung di Chicago.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi mempengaruhi lebih dari 264 juta orang di seluruh dunia. Depresi lebih dari perasaan sedih yang dialami sebagian besar orang dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa menjadi kondisi kesehatan yang serius, terutama ketika gejalanya menetap.

Bentuk depresi yang paling parah dapat menyebabkan bunuh diri. Kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, perasaan putus asa, dan kelelahan adalah beberapa gejala utama MDD.

Kenneth T. Wengler, Ph.D., seorang peneliti di Departemen Psikiatri di Universitas Columbia, di New York, adalah penulis pertama studi yang meneliti hubungan antara MDD dan perubahan BBB.

“Sayangnya, dengan perawatan saat ini (untuk MDD) ada kemungkinan besar untuk kambuh,” ujar Wengler

“Untuk mengembangkan perawatan baru yang lebih efektif, kita harus meningkatkan pemahaman kita tentang gangguan ini,” tambahnya.

BBB adalah seperangkat sifat unik dalam pembuluh darah otak yang memungkinkan mereka untuk mengontrol pergerakan molekul dan sel di antara mereka dan jaringan yang mereka layani.

BBB melindungi otak dari racun berbahaya dan patogen yang mungkin ada dalam aliran darah. Wengler dan rekannya menggunakan tipe MRI baru yang telah mereka kembangkan sendiri. Metode yang mereka namakan “encoding difusivitas intrinsik dari putaran berlabel arteri,” atau IDEAL, memungkinkan para ilmuwan untuk menyelidiki pergerakan air melintasi BBB.

Mereka menggunakan MRI baru untuk menyelidiki BBB dari 14 orang dengan MDD dan 14 peserta kontrol sehat.

Pemindaian otak pada peserta mengungkapkan bahwa mereka yang mengalami MDD telah mengurangi permeabilitas air di BBB mereka. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here