Potensi Pariwisata Danau Toba Digadang-gadang Tak Kalah dengan Bali

Sejumlah kegiatan digelar di Festival Danau Toba. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Siantar – Keindahan dan kekayaan alam di Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, tidak kalah jika dibandingkan dengan Bali. Bahkan sejarah terbentuknya Danau Toba dan kekayaannya sudah menjadi perhatian dunia.

“Presiden Jokowi menetapkan ada 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia selain Bali. Dan yang paling prioritas di antaranya, nomor satu itu ya Danau Toba,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam kegiatan Festival Danau Toba (FDT) di Parapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (10/12).

Edy bercerita sejarah letusan Danau Toba yang sangat besar. Bahkan kala itu, kata Edy ada empat professor asal Australia, London, Jepang dan Amerika yang meneliti dampak letusan Danau Toba yang sampai di Kutub Utara.

“Dicari-cari tanah ini bertahun-tahun tidak dapat. Orang memperkirakan gunung meletus gunung yang tertinggi di Jepang. Dia datang ke Jepang sana. Tanahnya tidak sama. Berkeliling selama kurang lebih 16 tahun, ditemukan tanah itu ada di Samosir. Inilah sejarah dunia,” ungkapnya.

Dengan sejarah besar itu, Edy ingin masyarakat juga turut andil untuk membangun Danau Toba. Paling tidak menjaga lingkungannya agar tetap baik dan jadi daya tarik wisatawan mancanegara hadir.

“Danau Toba tidak kalah dengan Bali. Hanya saja orangnya, kita masih harus belajar lagi dengan orang-orang di Bali. Makanya saya minta, lakukan yang terbaik, jangan pernah mengecilkan nama Danau Toba. Karena orang akan datang ke mari melihat danau,” urainya.

Dalam kesempatan itu, Edy juga menyinggung soal kondisi lingkungan Danau Toba di antaranya keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) yang terus menuai polemik dan mencemari air Danau Toba.

“Salah satunya itu dia (KJA). Harus bersih. Danau ini lahir dulu tanpa ada keramba-keramba. Kita harapkan ke depan bersih,” pungkasnya.

Edy mengatakan infrastruktur di kawasan Danau Toba ditargetkan rampung pada 2020 mendatang di antaranya jalan tol Tebingtinggi-Pematang Siantar, peningkatan kualitas jalur kereta api Medan – Pematang Siantar, Bandara Silangit (Tapanuli Utara) dan sejumlah pelabuhan. “Itu perintah presiden,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo optimis jika berbagai infrastruktur di kawasan Danau Toba rampung pada 2020 mendatang.

“Kita juga bicara mengenai penyelesaian pelabuhan-pelabuhan di Danau Toba. Totalnya ada sembilan. Termasuk yang baru di kawasan Tongging. Jadi Tongging ini juga baru diputuskan akan diselesaikan di akhir tahun 2020,” ungkapnya.

Untuk sejumlah pelabuhan, nantinya akan dikelola lebih profesional. Jika rampung, para penumpang tidak akan mengantre untuk membeli tiket penyebrangan. “Jadi nantinya cukup dengan memesan dari aplikasi, sudah bisa membeli tiket,” bebernya.

Seperti diketahui, Festival Danau Toba (FDT) yang ke-7 berlangsung di Parapat, Kabupaten Simalungun Kegiatan yang berlangsung mulai 9-12 Desember 2019 itu diharapkan mampu mempersatukan delapan kabupaten dan kota di kawasan Danau Toba. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here