Fakta Unik Kerajaan Agung Sejagat, Purworejo

Kerajaan Agung Sejagat. Foto: twitter
Kerajaan Agung Sejagat. Foto: twitter

Indonesiainside.id, Jakarta – Warga dunia tengah dihebohkan dengan konflik kerajaan Inggris, di satu sisi jagat maya Indonesia dihebohkan dengan berita mengenai kerajaan di Purworejo, Jawa Tengah. Tidak main-main, keraton bernama Agung Sejagat itu memiliki daerah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Kerajaan ini dipimpin oleh Sinuhun Totok dan Kanjeng Ratu Dyah. Raja bergelar Rangkai Mataram Agung, dan biasa disebut Sinuhun. Sebagai pendamping adalah istrinya yang biasa dipanggil Kanjeng Ratu. Mereka mengklaim punya tugas untuk meneruskan Kerajaan Majapahit yang sudah punah pada 1518, atau sekitar 500 tahun yang lalu.

Melansir berbagai sumber, Keraton Agung Sejagat melakukan sidang pada Ahad (12/1) malam terkait pembacaan silsilah kerajaan. Sidang itu disebut dihadiri sekitar 200 orang.

Mereka bahkan mengadakan pawai atau kirab dengan ratusan pengikutnya yang berseragam lengkap sambil membawa bendera.

Hingga saat ini, belum ada yang mengetahui pasti awal mula kemunculan Kerajaan Agung Sejagat itu. Namun, beredar kabar jika warga sekitar merasa terganggu dan resah dengan kegiatan mereka.

Bahkan kepala desa setempat telah melaporkan keberadaan dan aktivitas keraton itu ke bupati setempat.

Keraton Agung Sejagat berdiri di Desa Pogung Jurutengah, RT 03/RW 01, Kecamatan Bayan, Purworejo.

Berikut, fakta unik Keraton Agung Sejagat:

1. Mewujudkan Janji 500 Tahun
Dikatakan, kemunculan keraton ini merupakan janji 500 tahun untuk mengembalikan hak-hak masyarakat Timur dari penguasa di Barat.

Keraton Agung Sejagat didirikan untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Tanah Jawa. Dia pun mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia.

2. PBB Adalah Bagian dari Keraton Agung Sejagat

United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan bagian dari kerajaan.

Keraton Agung Sejagat (KAS) memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa. Memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). Keraton Agung Sejagat juga memiliki International Court of Justice dan Defense Council. Pentagon ini Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika.

Selain itu, keraton memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik dalam bidang keuangan, politik, pemerintahan, dan sebagainya.

3. Jumlah Pengikut Mencapai 425 Orang

Keraton Agung Sejagat diketahui memiliki 425 pengikut setia. Mereka juga mengenakan seragam kerajaan. Yakni berupa setelan warna hitam, lengkap dengan topi dan selempang kuning yang melilit dari pundak ke pinggang.

4. ‘Raja’ Janjikan Kesejahteraan Warga Tiap Bulan

Totok dikabarkan merupakan anggota ormas Jogja Development Committe atau Jogja-DEC. Visi ormas ini adalah ingin mengubah kondisi bangsa Indonesia dan juga dunia yang dianggapnya sudah kritis dan berbahaya jika tidak segera ditangani serius. Jogja-DEC disebut memungut uang dari publik, lalu, anggotanya dijanjikan uang lebih banyak perbulannya yakni sekitar 100-200 dolar AS (Rp1,5 – 2 juta).

Namun, saat ditelusuri melalui akun Instagram milik Totok @hartoto, tidak ada satu pun foto yang menggambarkan bahwa dia merupakan seorang raja. Hanya foto-foto selfie dan wefie yang diunggahnya di media sosial.

5. Polisi akan Panggil ‘Raja’

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong mengatakan, pihaknya berencana memanggil petinggi Keraton Agung Sejagat dan perangkat desa yang nantinya akan dipertemukan dengan Pemda Purworejo.

Totok serta perangkat desa akan dipanggil dan ditemukan dengan Pemda bagian Penanganan Konflik Sosial (PKS).

Hingga saat ini, polisi belum bisa menyimpulkan apakah keberadaan Keraton Agung Sejagat itu melakukan tindakan penyimpangan hukum atau tidak.

Awalnya, keberadaan kerajaan ini dibahas oleh seorang warganet di Twitter. Akun @arisantoso membuat utas mengenai seluk beluk Keraton yang menghebohkan warganet.

(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here