Kala Cucu Pak Harto Ikut Budaya Mappacci dalam Adat Makassar

Mbak Tutut Soeharto ikut menyiapkan serah-serahan yang akan dilakukan dalam prosesi Mappaci adat Makassar di Hotel Hermitage, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Calon menantu Siti Hadijanti Rukmana (Mbak Tutut Soeharto) Raiyah Chitra Caesaria dari Makassar mengenalkan budaya mappacci kepada keluarga besar dan calon pengantin pria malam nanti di Hotel Hermitage, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

Mapacci adalah adat Makassar yang diambil dari kata pacci (pacar) merupakan ritual menggosokkan pacci atau daun pacar, ke tangan calon pengantin.

Seperti dilakukan di beberapa daerah lain, masyarakat Makassar pun menggunakan daun pacar atau inai dalam prosesi penyucian calon pengantin.

Upacara Mappacci atau Mappaccing juga berasal dari kata paccing yang berarti bersih, yang bertujuan untuk membersihkan diri dari semua hal yang dapat menghambat pernikahan. Upacara yang masih bertahan ini mempunyai lokasi persebaran di Kabupaten Wajo.

Prosesi Mappaci disebut juga Tudang Penni. Ini biasanya dilakukan oleh pengantin laki-laki dan perempuan di rumah masing-masing pada malam hari atau sehari sebelum acara pernikahan. Pada pelaksanaannya, calon mempelai duduk di suatu tempat bersama dengan orang tua di samping kiri maupun kanan.

Sebelum dilaksanakan upacara Mappacci, terlebih dahulu dilangsungkan upacara pengambilan pacci atau biasa disebut “Mallekepacci” pada sore hari di rumah orang-orang tertentu. Di masa kini upacara Mappacci hanya dilaksanakan satu malam sebelum pernikahan, tetapi pada zaman dahulu upacara ini dilaksanakan tiga malam secara berurutan di kalangan bangsawan.

Selain daun pacar sebagai unsur utama, ada beberapa unsur lain yang harus disediakan seperti lilin yang menyala, beras yang digoreng kering, bantal, 7 lembar sarung, daun pisang, daun nangka, dan tempat daun pacci (daun inai). Masing-masing unsur tak hanya berperan sebagai pelengkap, namun juga memiliki makna filosofi yang mendalam.

Lilin (pesse pelleng) menjadi simbol penerangan, beras (benno) yang digoreng hingga mekar dan kering memberi makna agar kelak kedua mempelai akan berkembang dengan baik, bersih dan jujur. Sedangkan bantal (angkagulung) menyimbolkan kemakmuran, sarung atau lipa berlapis 7 dipakai sebagai penutup tubuh untuk menjaga harga diri seorang manusia.

Tidak hanya daun inai, daun nangka dan daun pisang juga memiliki arti khusus. Daun pisang (loka) mempunyai siklus hidup dimana daun muda akan muncul sebelum daun tua kering lalu jatuh.

Kurang lebih filosofi yang dapat dipetik dari siklus partumbuhan daun pisang hampir mirip dengan apa yang terjadi dalam kehidupan manusia yang sambung-menyambung tanpa pernah putus.

Daun nangka atau disebut juga daun panasa mengandung arti cita-cita yang luhur, dan tempat menaruh pacci yang dalam bahasa Bugis disebut appaccingeng, menyimpan arti kesatuan jiwa atau kerukunan hidup dalam berumah tangga.

Disediakan juga pisang raja yang mengungkapkan kesabaran, nasi ketan yang lengket memaknai persaudaraan yang tidak terpisahkan. Dan yang terakhir telur maulid (bayac maudu), yaitu telur warna-warni yang ditusuk seperti sate dan ditancapkan pada pohon pisang yang dibungkus kertas hijau.

Sementara, persiapan di kediaman mertua Raiyah, Mbak Tutut ikut menyiapkan barang bawaan untuk acara serah-serahan dan mapacci. Mbak Tutut ikut mengemas dua roti buaya berukuran besar. Roti khas Betawi ini hanya dapat dibawa oleh dua orang karena ukurannya jumbo.

Kala Cucu Pak Harto Ikut Budaya Mappacci dalam Adat Makassar

Rencananya, acara nanti malam akan dimulai pukul 19.15 dengan sambutan dari juru bicara calon pengantin wanita  Ilyas Mangga barani. Sementara, calon pengantin pria menuju ruangan yang disiapkan untuk menunggu acara catur wedha, sedangkan rombongan calon pengantin pria mengikuti acara lanjuttan mappacci di Hotel Hermitage lantai dua.

Setelah acara mapacci, calon pengantin pria memohon nasihat dari mertua calon pengantin wanita dengan empat nasihat yang bisa disebut catur wedha. Baru kemudian, orang tua calon pengantin wanita akan memberikan baju nikah yang akan dikenakan Danny Rukmana pada akad nikah serta angsul-angsul (oleh-oleh) berupa makan untuk dibawa pulang oleh rombongan calon pengantin pria.

Esok harinya, akad nikah dijadwalkan dilaksanakan pukul 10.00 WIB di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat. Sedangkan acara ngunduh mantu atau resepsi pukul 19.00 WIB hingga selesai. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here