Kasus “Nth Room” Dilimpahkan Ke Kejaksaan, 126 Orang Diperiksa

Cho Jubin salah satu tersangka utama kasus "Nth Room" yang dirilis kemarin oleh Kepolisian Metropolitan Seoul (Foto: SBS_FunE)

Indonesiainside.id, Seoul – Kepolisian Metropolitan Seoul melimpahkan kasus “Nth Room” ke Kejaksaan. Cho Jubin alias Baksa, salah satu tersangka utama masuk dalam dakwaan pelanggaran Undang-undang
Perlindungan Anak dan Remaja dari Penyerangan Seksual.

Dilansir dari Yonhap News, Rabu (25/3), pihak kepolisian telah memeriksa 126 orang terkait kasus ini. Sembilan belas orang diantaranya, termasuk Cho Jubin telah resmi ditahan dan menjadi salah satu tersangka utama kasus ini.

Polisi memperkirakan ada 260.000 orang bergabung di lebih dari satu grup chat. Grup chat itu tersebar di aplikasi Telegram dan Discord.

Sementara itu, kasus “Nth Room” sendiri merupakan kasus kriminal seks digital. Dimana dalam kasus tersebut memakan korban sebanyak 74 perempuan, 16 korban termasuk anak di bawah umur. Mereka dijadikan budak seksual.

Pelaku pertama menarik korban dengan berpura-pura menjadi polisi dan meminta para korban mengupload konten porno. Pelaku lain lalu menyebar dan menjual konten itu di berbagai grup chat di Telegram dan Discord, tidak hanya satu grup chat saja. Satu konten porno bisa dijual dengan harga mencapai Rp15juta.

Dalam konten tersebut, korban disuruh melakukan hal yang sangat tidak manusiawi. Diantaranya menulis kata “budak” dikulit mereka, memasukkan gunting ke alat kelamin, diperkosa dengan orang yang ditunjuk oleh pelaku dan lain sebagainya.

Jika korban tidak menurut, pelaku mengancam akan menyebarkan konten porno ke teman dan keluarga korban. Pelaku juga menyebar identitas korban dengan cara mengambil data korban melaui tindakan Phising (Fake Form Login), agar para pelaku lain dapat memperkosanya.

Kasus ini sudah pernah beberapa kali dilaporkan ke polisi tetapi sering kali tidak dianggap serius. Apalagi karena korban membuat kontennya sendiri.

Sebelumnya, banyak artis Korea menunjukkan dukungannya terhadap petisi ke Gedung Biru (Istana Kepresiden Korea Selatan), yang berisi permintaan agar kasus “Nth Room” dibuka dan diadili, melalui akun instagram masing-masing. Mereka mengunggah isi petisi dan meminta semua orang untuk ikut menandatangani petisi itu.

Artis korea yang menandatangain petisi itu, ialah personel EXO yaitu Baekhyun dan Chanyeol; Lee Dain; Jo Kwon; Ravi, Personel VIXX dan masih banyak lagi. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here