Ketahui Hantavirus dari Gejala hingga Pencegahannya

Indonesiainside.id, Jakarta – Di tengah pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19 yang telah menginfeksi di berbagai Negara, kali ini muncul wabah penyakit baru yaitu Hantavirus. Penyakit yang berasal dari tikus ini dikhawatirkan bakal mewabah seperti virus corona.

Dalam sebuah berita, dikabarkan seorang pria berasal dari Provinsi Yunan, Cina, meninggal di dalam bus saat melakukan perjalanan menuju Provinsi Shandong. Pria tersebut dinyatakan positif terinfeksi hantavirus setelah diuji dan pihak berwenang pun juga menguji 35 penumpang yang ada di dalam bus.

Lalu apa itu Hantavirus?
Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan pencegahan penyakit), hantavirus adalah keluarga virus yang terutama disebarkan oleh tikus. Virus ini dapat menyebabkan beberapa penyakit sindrom pada orang.

CDC menunjukkan bahwa penyakit ditularkan melalui udara dan dapat menyebar ke orang hanya ketika seseorang datang dalam kontak dengan urin, kotoran, dan air liur tikus. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang dapat terjangkit hantavirus jika digigit oleh hewan yang terinfeksi.

Dilansir dari boldsky, Rabu (25/03), di Amerika, Hantavirus dikenal sebagai “New World ” dan dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus (HPS). Sedangkan, di Eropa dan Asia, Hantavirus ini dikenal dengan nama “Old World ” yang dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

Apa gejala dari Hantavirus?
CDC menegaskan bahwa gejala dapat berkembang antara 1 dan 8 minggu setelah paparan urin segar, kotoran, atau air liur terinfeksi tikus. HPS tidak dapat diteruskan dari orang ke orang, sementara HFRS transmisi antara orang sangat jarang.

Awal gejala Hantavirus:
• Kelelahan
• Demam
• Sakit kepala
• Pusing
• Menggigil
• Masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut, dan
• Nyeri otot, terutama dalam kelompok otot yang besar-paha, pinggul, punggung, dan kadang bahu.

Gejala akhir Hantavirus dari 4 sampai 10 hari setelah fase awal penyakit, gejala akhir penyakit akan muncul, yang meliputi berikut ini:
• Batuk
• Sesak napas
• Sebuah sensasi ketat di dada

Hantavirus memiliki angka kematian 38 persen. Gejala awal dari HFRS dan HPS tetap sama tetapi HFRS dapat lebih lanjut menyebabkan tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran vaskular, dan gagal ginjal.

Bagaimana Pencegahan Hantavirus?
Langkah berikut harus dipertimbangkan untuk membantu mencegah Hantavirus:

• Jauh dari tempat di mana tikus meninggalkan kotoran.
• Segel lubang di dalam dan di sekitar rumah Anda.
• Hindari meninggalkan makanan di rumah Anda.
• Jika terpapar kotoran hewan pengerat, kenakan sarung tangan karet dan masker yang menutupi hidung dan wajah Anda.
• Gunakan disinfektan untuk membersihkan daerah yang mengandung kotoran tikus.
• Sebelum memasuki tempat yang memiliki tikus, udara keluar daerah.

Berita terkait

Muncul Virus Hanta di Cina, Benarkah Lebih Dahsyat dan Mengerikan dari Corona?

Indonesiainside.id, Jakarta – Wabah virus corona (covid-19) telah membuat derita penduduk dunia. Lebih dari 190 negara terpapar virus flu ganas yang bermula dari Wuhan,...

Berita terkini

Survei BKKBN: 97,7 Persen Suami-Istri Saling Menguatkan, 50 Persen Keluarga Terpaksa Jual Perhiasan

Indonesiainside.id, Jakarta - Pandemi Covid-19 ternyata menjadi momen bagi banyak keluarga untuk memperbaiki kualitas komunikasi khususnya bagi pasangan suami-istri. Survei membuktikan, sebanyak 97,7 persen...
ads3 mekarsari

DPR: Awasi Penggunaan Dana Covid-19, Antisipasi Kartel Alkes dan Korupsi

Indonesiainside.id, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR, Puteri Anetta Komarudin, mengatakan, DPR harus terus menjalankan fungsi pengawasan anggaran penanganan Covid-19, salah satunya dengan memastikan...

Tina Toon: Sebelum Wafat Papa T Bob Hendak Membuat Lagu lagi

Indonesiainside.id, Jakarta - Mantan penyanyi cilik Tina Toon merasa kehilangan usai mendengar kabar duka dari pencipta lagu anak era 90-an Papa T Bob, pemilik...

Kabar Duka, Papa T Bob Wafat Hari Ini Karena Diabetes

Indonesiainside.id, Jakarta - Kabar duka datang dari industri musik tanah air. Pencipta lagu anak-anak yang populer di era 90-an Papa T Bob meninggal dunia...

Berita utama

Survei BKKBN: 97,7 Persen Suami-Istri Saling Menguatkan, 50 Persen Keluarga Terpaksa Jual Perhiasan

Indonesiainside.id, Jakarta - Pandemi Covid-19 ternyata menjadi momen bagi banyak keluarga untuk memperbaiki kualitas komunikasi khususnya bagi pasangan suami-istri. Survei membuktikan, sebanyak 97,7 persen...

DPR: Awasi Penggunaan Dana Covid-19, Antisipasi Kartel Alkes dan Korupsi

Indonesiainside.id, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR, Puteri Anetta Komarudin, mengatakan, DPR harus terus menjalankan fungsi pengawasan anggaran penanganan Covid-19, salah satunya dengan memastikan...

Tina Toon: Sebelum Wafat Papa T Bob Hendak Membuat Lagu lagi

Indonesiainside.id, Jakarta - Mantan penyanyi cilik Tina Toon merasa kehilangan usai mendengar kabar duka dari pencipta lagu anak era 90-an Papa T Bob, pemilik...

Alhamdulillah, Santri 01 Gontor 2 Sembuh dari Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta - Pihak Pesantren Gontor Kampus 2 menyampaikan rasa syukur atas sembuhnya santri 01 Covid-19 yang sembuh. Hal ini diungkapkan melalui Wakil Pengasuh...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here