Cegah Virus Corona Masuk ke Rumah Anda, Simak Tips dari Pakar Australia

Bersihkan pintu rumah lebih sering untuk mencegah virus corona masuk. Foto: ABC

Indonesiainside.id, Sydney – Penyebaran virus corona harus segera dicegah agar tidak meluas. Upaya ini tidak bisa dilakukan parsial, kita harus melakukannya bersama-sama, saatnya umat manusia bahu membahu melawan virus corona yang terbukti mematikan.

Mayoritas negara di dunia mengajak untuk tidak keluar rumah. Imbauan ini diserukan, baik di Australia, Indonesia dan negara-negara lainnya yang menjadi pandemi virus corona.

Inilah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk memastikan rumah kita jadi tempat yang aman dari virus corona, mengutip penjelasan dari pakar kesehatan di ABC News, Kamis(26/3):

Menurut mereka, rumah bisa menjadi pusat penyebaran virus kalau tidak dibersihkan dengan baik, namun pakar kesehatan menyatakan sabun dan cairan pembunuh kuman dibutuhkan untuk membersihkan permukaan

Yang harus sering dibersihkan adalah pegangan pintu, meja dan kursi yang sering di duduki. “Kita harus betul-betul waspada dan ketat.” kata Dr Sacha Stelzer-Braid, ahli kuman dari University of New South Wales.

Kemudian jangan lupa untuk melepaskan sepatu di pintu depan. “Jadi tidak ada salahnya melepaskan sepatu sebelum masuk ke dalam rumah, khususnya anak-anak yang kadang suka langsung melompat naik ke kasur.” katanya.

Cuci tangan sesering mungkin terlebih bila hendak memegang wajah. “Yang jelas jangan letakkan sepatu di dekat dimana kita akan menyentuhnya, seperti dekat meja.”

Bersihkan semua barang yang dibawa masuk ke rumah. Barang seperti container makanan bisa dibersihkan dengan sabun atau air sabun, sementara bahan makanan segar, seperti sayur, bisa dicuci dengan air.

Cuci tangan teratur dengan sabun dan air.  Setelah masuk ke dalam rumah, cuci tangan dengan air sabun, paling sedikit 20 detik, sangat penting dilakukan.

“Resiko penularan lewat barang-barang yang kita beli dari toko atau supermarket rendah, tapi cuci tangan jadi kebiasaan baik. Tidak salahnya sering mencuci tangan sekarang ini,” kata Dr Stelzer-Braid.

Bahan pembersih apa yang terbaik? Cairan pembersih tangan, atau hand sanitizers, dan cairan pembunuh kuman, atau disinfektan, tidaklah cukup.

Para ilmuwan sudah menunjukkan bahwa Covid-19 bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia di permukaan plastik atau metal sampai 72 jam.

Seperti yang dikatakan Professor Brett Mitchell kepada ABC Radio Sydney, bahwa produk yang sudah diborong masyarakat, seperti hand sanitiser dan semprotan pembunuh kuman tidaklah cukup kuat untuk membunuh virus.

“Cairan pembunuh kuman (disinfektan) tidaklah bekerja dengan baik kalau kita hanya menyemprot begitu saja.” kata Professor Mitchell.

“Cairan itu tidak bisa menerobos material organik dan debu yang masih ada di permukaan, jadi kita harus membersihkan debu tersebut dulu dan kemudian menggunakan cairan pembersih.”ujarnya.

Sabun adalah bahan utama yang bisa membersihkan debu di permukaan, dan kemudian barulah cairan pembersih melakukan kerjanya membunuh kuman.

Bersihkan pegangan pintu, cetekan listrik, dan HP dua kali sehari dengan sabun.  Karena virus menyebar dari tangan yang menyentuh muka, para ahli menyarankan agar kita membersihkan permukaan apapun di rumah dengan teratur.

Dr Stelzer-Braid mengatakan agar rumah kita bersih, sebaiknya permukaan yang paling banyak disentuh dibersihkan dua kali sehari.

Cairan pembersih yang sudah dicampur air dan tambahan alkohol berkadar di atas 70 persen merupakan pembersih yang bagus.

Bagaimana bila ada yang sakit?

Yang harus dilakukan adalah melakukan karantina anggota keluarga selama 14 hari dan tingkatkan pembersihan.

Professor Mitchell mengatakan perlu membersihkan daerah yang biasa digunakan oleh yang sakit lebih seksama.

“Bersihkan bagian di kamar orang yang sakit lebih sering, gunakan cairan pembunuh kuman setelah mencuci tangan, dan bersihkan juga keran air,” katanya.

Bila ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala Covid-19, Dr Stelzer-Braid mengatakan mereka sebaiknya dikarantina di sebuah kamar dengan kamar mandi sendiri.

Kontak dengan anggota keluarga lain harus sangat jarang selama 14 hari dan bersih-bersih rumah harus dilakukan beberapa kali sehari.

Bila memungkinkan, pakaian dan sprei tempat tidur, yang diambil dengan sarung tangan dan masker bedah, harus dicuci lebih sering guna mengurangi kemungkinan adanya penularan.

“Juga menjadi kebiasaan baik agar udara segar bisa masuk ke dalam rumah, jadi buka jendela dan pintu.” kata Dr Stelzer-Braid.

Pisahkan pakaian dan alat makan mereka. Pakaian dan alat makan yang digunakan oleh mereka yang sakit juga bisa menyebarkan virus sehingga harus dipisahkan.

“Mesin pencuci piring bagus digunakan karena bisa membunuh virus. Tetapi kalau tidak punya, bersihkan dengan air panas, air sepanas mungkin.” katanya.

Cara membersihkan juga penting

Ketika membersihkan permukaan, gerakkan tangan dengan membentuk huruf S bisa dilakukan lagi, dan pastikan semua permukaan dibersihkan.

Cara membersihkan juga menentukan apakah kita akan terkena virus atau tidak. Maka, gunakan sarung tangan sekali pakai.

Dr Stelzer-Braid mengatakan faktor kunci adalah jangan menunggu untuk menerapkan kebiasaan baik dalam melakukan bersih-bersih.

“Membersihkan sejak awal dan melakukan kegiatan rutin yang baik sangatlah penting.”

“Bila penularan terjadi, kemungkinan akan terjadi dalam rumah tangga anda.” ujarnya.

Meski cara-cara ini belum jadi jaminan terbebas dari infeksi, Dr Stelzer-Braid mengatakan hal ini bisa membuat virus kecil kemungkinannya masuk ke dalam rumah.(EP/ABC)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here