Membantah Teori Sesat Seputar Covid-19

Ilustrasi Covid-19. foto: syaibatul hamdi from Pixabay

Seiring pandemi virus corona (Covid-19) meluas di berbagai belahan dunia, beredar pula ragam teori menyertainya.

Teori-teori seputar Covid-19 sangat mudah ditemui di laman media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Teori hanya sebatas teori, tapi faktanya banyak masyarakat yang diperdayai.

Pimpinan AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), mengutip tiga teori Covid-19 yang beredar di media sosial. Umumnya teori itu berkaitan dengan ambisi elite global menguasai dunia.

Teori pertama, virus corona dibawa tentara Amerika Serikat saat mengikuti konferensi di Cina. Kemudian virus itu menyebar pertama kali di Wuhan, Cina. Pembuat teori melandaskan argumentasinya pada perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

“Karena Amerika sedang kalah perang dagang melawan Cina. Kalau Amerika kalah, maka dunia akan begini dan begitu, maka marahlah Amerika dan disebarkanlah ancaman ini, akhirnya bocor ke seluruh dunia,” tutur UBN menjelaskan teori pertama.

Teori kedua masih berkaitan dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Pembuat teori menyebut Amerika kalah dari Cina, dan juga diperkirakan bakal kalah jika perang militer. Maka opsinya, agar tidak apes dua kali, Amerika tidak lagi memakai senjata kimia, tapi senjata biologis yakni virus corona.

“Karena diperkirakan setelah perang dagang otomatis ekonomi Amerika rontok, maka secara militer juga tidak akan kuat. Maka sebelum perang militer, maka langsunglah perang senjata biologis, dan inilah yang terjadi, dan tenyata menyebar ke seluruh dunia, bukan cuma di Cina,” tutur Sekjen MIUMI itu menjelaskan teori kedua.

Teori ketiga terkait Illuminati. Organisasi yang didirikan Adam Weshaupt itu mengacu pada Bavarian Illuminati, sebuah kelompok rahasia yang eksis selama satu dekade, dari tahun 1776 hingga 1785. Organisasi ini mirip-mirip dengan Freemason.

“Kelompok ini tidak menghendaki ada banyak manusia di muka bumi, sehingga harus dimusnahkan sebagian. Yang boleh hidup adalah mereka yang dikehendaki oleh Illuminati. Yang boleh hidup yang kaya-raya saja, yang dekat dengan mereka, yang menguntungkan mereka, supaya Illuminati-lah yang menguasai dunia,” ucap UBN.

Namun, dia menegaskan, teori itu hanya sebatas teori. Kemungkinan ada 100 atau 1.000 teori serupa yang muncul yang dikaitkan dengan Covid-19. Lalu bagaimana masyarakat menyikapi teori tersebut?

UBN mengutip surat Al-A’raf ayat 128. Ayat tersebut menceritakan saat Nabi Musa As. diperintahkan menghadapi Firaun.

“Musa berkata kepada kaumnya: ‘mohonlah pertolongan kepada Allah dsn bersabarlah; sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.’

UBN menjelaskan, teori itu hanya sebatas teori, tidak akan pernah bisa membumi tanpa seizin Allah Swt. Berdasarkan ayat tersebut, kaum Musa adalah kelompok kelas bawah. Umat miskin, lemah, bodoh, tak punya senjata, budak berhadapan dengan Firaun yang mengaku tuhan dan memiliki tentara kuat serta harta melimpah.

“Dalam kondisi seperti itu manusia sering kali kehilangan orientasi ketuhanan, sehingga lebih percaya pada paham, percaya pada khayalan-khayalannya, percaya pada teori-teori manusia, percaya pada skenario-skenario yang dibuat sendiri di kepalanya. Akhirnya bikin hantu sendiri di kepalanya,” ucap UBN.

Dia menegaskan, hantu-hantu di kepala akan buyar jika semua urusan dikembalikan kepada Allah Swt. Ia meminta agar masyarakat tidak menjadikan teori yang beredar di media sosial itu sebagai landasan berfikir.

“Cukup bilang ‘oh ternyata ada yah, teori begitu’. Namun, apa yang kita lihat itu jangan jadikan sebagai pijakan dalam langkah, jangan sebagai landasan dalam berkeyakinan. Untuk berkeyakinan haris bersumber dari sesuatu yang meyakinkan. Sehingga langkah kita sampai pada tujuan, ini penting sekali,” tutur dia.

Mengembalikan semua urusan kepada Allah, mempercayai takdir-Nya, adalah hal yang wajib diterapkan oleh setiap insan. Ini karena setan selalu membisikkan ke dalam dada manusia (qalbu) keragu-raguan. Keragu-raguan itu memudahkan manusia percaya pada teori yang tak memiliki sumber valid.

“Kemudian setan bekerja keras menjadi konsultan, menjadi pengarah bagi qalbu kita, untuk takut kepada yang diarahkan oleh setan,” ucap dia.

Maka itu, kata dia, Musa dalam acara tersebut meyakinkan umatnya bahwa Allah-lah pembuat skenario sesungguhnya. Keinginan Allah-lah yang akan terjadi di muka bumi. Kehendak Allah yang terjadi di kehidupan manusia sampai pada tingkatan yang paling detil.

Hal ini juga menjadi kewajiban para pemimpin untuk tidak menakut-nakuti rakyatnya. Ini juga menjadi peringatan kepada pemuka Agama untuk tidak menakuti umatnya. Umat hanya boleh takut kepada Allah. Umat hanya bokeh takut pada murka dan diksa-Nya.

“Karena takut yang seperti ini akan membawa bahagia. Kenapa? Karena akan menanamkan iman kepada Allah. Buang semua hantu hantu hantu teori itu, dan kalau berbicara janhan mendahului Allah. Takdir ini sudah diatur oleh Allah,” ucap dia. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here