Koreografer Semarang Ciptakan Tari Pagebluk Corona

Tari berjudul “Three Power Dance Drive Out Corona” karya Yoyok merupakan bentuk keprihatinan atas wabah atau pagebluk corona yang menyerang hampir di seluruh belahan dunia. foto: antara

Indonesiainside,id, Semarang—Pekerja seni sekaligus koreografer tari asal Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo menciptakan karya seni berupa tarian dan tembang sebagai bentuk keprihatinan atas terjadinya pandemi virus corona jenis baru (Covid-19). Tari yang diberi judul “Three Power Dance Drive Out Corona” berdurasi 12 menit tersebut merupakan bentuk keprihatinan atas wabah atau pagebluk corona yang menyerang hampir di seluruh belahan dunia,

Menurut Yoyok, tarian tersebut tercipta saat dirinya menghabiskan waktu dengan berkegiatan di tempat tinggalnya saat pandemi Covid-19. Sebagai pengiring tarian, beberapa tembang juga diciptakan dan tersemat doa-doa agar Covid-19 segera berakhir.

Beberapa tembang tersebut, adalah, Kidung Panyuwun, dan Kinanti Pagebluk Corona Murca, serta tembang Gending Sanghyang Kinan Tolak Bala.

“Tembang tersebut seperti doa-doa yang dibacakan untuk mengharap pertolongan Tuhan, tentunya semua manusia ingin agar pandemi ini dapat segera pergi. Karya kami bisa dinikmati secara online lewat media Youtube,” ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/6).

Melalui karyanya itu, Yoyok yang juga dikenal sebagai pengasuh Sanggar Tari Greget Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap berikhtiar, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta menaati imbauan pemerintah guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

“Pagebluk yang menimpa kita semua saat ini tidak bisa terhindarkan, namun sebagai manusia wajib melakukan ikhtiar agar dapat meminimalisir korban serta berdoa agar hal ini dapat segera berakhir,” ujarnya.

Sebagai pelaku seni tari, dirinya ingin berkontribusi menghibur masyarakat lewat karya tari tersebut. Pria berambut panjang itu menginginkan adanya optimisme di dalam masyarakat agar pandemi Covid-19 dapat diatasi dan segera berakhir.

Menurutnya, satu hal positif bahwa di beberapa wilayah di Jawa Tengah sudah ada pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Ia mengakui selama pandemi Covid-19, banyak kegiatan-kegiatan yang tertunda, bahkan beberapa agenda kesenian yang harus dibatalkan karena kondisinya tidak memungkinkan.

“Beberapa agenda Greget yang memang tertunda, seperti Gerak Tari Donga 12 Jam pada 21 Maret 2020, kemudian 27 Maret 2020, kegiatan Banyumas 31 Maret 2020, dan Peringatan Hari Tari di ISI Surakarta tanggal 29 April 2020,” katanya. (SD/ ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here