Tips Meningkatkan Imunitas Tubuh pada Anak

ilustrasi anak makan. foto: yalehealth/ pixabay

Oleh: Imanuddin Ramdhani

Indonesiainside.id, Jakarta – Menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi Covid-19 sangat perlu dilakukan agar tidak mudah terpapar virus corona. Salah satu cara untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh yaitu dengan menjaga kebersihan, menjaga jarak serta meningkatkan imunitas tubuh.

Sistem imun tubuh merupakan salah satu pelindung yang optimal. Tidak hanya orang dewasa, akan tetapi anak-anak pun harus menjaga kesehatannya. Dengan begitu, pentingnya peran orang tua untuk menjaga dan meningkatkan sistem imunitas tubuh anak di tengah pandemi Covid-19.

Dilansir dari Parents, anak-anak yang meningkatkan sistem imunitas tubuhnya akan membantu melindungi dari terserangnya bakteri, penyakit dan virus. Maka, sistem imun yang baik dapat menangkal virus yang masuk ke dalam tubuh.

Sajikan Lebih Banyak Buah dan Sayur

William Sears, M.D., penulis The Family Nutrition Book mengatakan, wortel, kacang hijau, jeruk, stroberi merupakan jenis makanan yang mengandung karoten dan fitonutrein untuk menambah kekebalan. Fitonutrien dapat meningkatkan produksi sel darah putih dan interferon tubuh yang melawan infeksi, suatu antibodi yang melapisi permukaan sel, menghalangi virus.

Dengan begitu, diusahakan sang anak dalam sehari siapkan lima porsi makanan buah dan sayur. Satu porsi adalah sekitar dua sendok makan untuk balita, dan 1 gelas untuk anak-anak yang lebih besar.

Tingkatkan Waktu Tidur

Direktur Pusat Pendidikan dan Penelitian Pediatrik Holistik di Rumah Sakit Anak, di Boston, Dr. Kathi Kemper mengungkapkan, seorang bayi mungkin memerlukan waktu tidur hingga 16 jam sehari, balita membutuhkan 11 hingga 14 jam, dan anak-anak prasekolah membutuhkan 10 hingga 13 jam. Anak-anak di tempat penitipan anak sangat beresiko kekurangan tidur karena semua kegiatan dapat menyulitkan mereka untuk tidur siang.

“Jika anak tidak bisa atau tidak mau tidur siang, cobalah untuk membaringkannya lebih awal,” kata Dr. Kemper.

Penelitian terhadap orang dewasa menunjukkan bahwa kurang tidur dapat membuat lebih rentan terhadap penyakit dengan mengurangi sel pembunuh alami, senjata sistem kekebalan yang menyerang mikroba dan sel kanker. Hal yang sama berlaku untuk anak-anak.

Berikan ASI pada Bayi

ASI mengandung antibodi penambah kekebalan turbo dan sel darah putih. Penjaga keperawatan terhadap infeksi telinga, alergi, diare, pneumonia, meningitis, infeksi saluran kemih, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Studi menunjukkan bahwa ASI dapat meningkatkan kekuatan otak bayi dan membantu melindunginya terhadap diabetes tergantung insulin, penyakit Crohn, radang usus, dan beberapa jenis kanker di kemudian hari. Kolostrum, “premilk” kuning tipis yang mengalir dari payudara selama beberapa hari pertama setelah kelahiran, sangat kaya akan antibodi penangkal penyakit.

Olahraga Bersama Keluarga

Ahli imunologi pediatrik di Memorial University of Newfoundland, Ranjit Chandra, dalam penelitiannya menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan jumlah sel pembunuh alami pada orang dewasa dan aktivitas teratur dapat bermanfaat bagi anak-anak dengan cara yang sama.

Untuk membuat anak-anak terbiasa menjaga kebugarannya, jadilah teladan yang baik dengan berolahraga. Kegiatan keluarga yang menyenangkan meliputi mengendarai sepeda, hiking, seluncur inline, bola basket, dan tenis.

Jaga dari Penyebaran Kuman

Melawan kuman tidak secara teknis meningkatkan imunitas, tetapi ini cara yang bagus untuk mengurangi stres pada sistem kekebalan anak. Pastikan anak-anak sering mencuci tangan dengan sabun.

Berilah perhatian khusus pada kebersihan mereka sebelum dan sesudah makan dan setelah bermain di luar, menangani hewan peliharaan, meniup hidung, menggunakan kamar mandi, dan tiba di rumah dari tempat penitipan anak. Saat keluar rumah, bawalah tisu sekali pakai untuk pembersihan cepat.

Untuk membantu anak-anak memasuki kebiasaan mencuci tangan di rumah, biarkan mereka memilih sendiri handuk dan sabun berwarna cerah dalam bentuk, warna, dan aroma yang menyenangkan.

Hindari Asap Rokok

Seorang ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, di Atlanta, Beverly Kingsley, Ph.D., mengatakan anak-anak lebih rentan daripada orang dewasa terhadap efek berbahaya dari perokok pasif karena mereka bernafas lebih cepat; sistem detoksifikasi alami anak juga kurang berkembang. Perokok pasif meningkatkan risiko SIDS, bronkitis, infeksi telinga, dan asma pada anak.

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya, banyak di antaranya dapat mengiritasi atau membunuh sel-sel dalam tubuh. Jika orangtua benar-benar tidak bisa berhenti merokok, Anda dapat mengurangi risiko kesehatan anak Anda dengan hanya merokok di luar rumah. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here