Tips Berlebaran Secara Virtual, Tetap Menyenangkan Kok..

ilustrasi berlebaran lewat aplikasi. foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta–Lebaran di tengah pandemi Covid-19, mau tidak mau kita tetap harus menjaga jarak. Virus corona tidak mengenal masyarakat sedang lebaran atau tidak. Tidak patuh, bisa saja virus menyebar.

Meski pun tidak bisa bertemu secara fisik tahun ini, kita tetap bisa bertemu secara digital dengan keluarga, kerabat, dan teman melalui konferensi video (video conference) untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Berikut ini tips untuk melakukan konferensi video untuk bersilaturahmi saat Lebaran, dikutip dari berbagai sumber:

1. Tentukan peserta dan aplikasi
Buat janji dengan keluarga, kerabat atau teman untuk bertemu secara virtual saat libur Idul Fitri. Hitung berapa jumlah orang yang ingin bergabung, jumlah peserta yang akan ikut pertemuan virtual akan menentukan aplikasi yang akan digunakan.

Jika anggota keluarga yang akan ikut konferensi video tidak lebih dari delapan orang, pengguna bisa memakai fitur panggilan video dari WhatsApp. Jika berjumlah sepuluh, pertimbangkan Google Duo yang bisa menampung 12 orang.

Jika ingin melakukan konferensi video dengan keluarga besar, misalnya dengan jumlah 50 orang atau lebih, gunakan platform konferensi video yang bisa menampung banyak peserta, antara lain Zoom, LINE dan Google Hangouts Meet.

Pasang hanya aplikasi yang resmi demi menjaga keamanan data, kuasai juga cara memakai fitur-fitur di aplikasi panggilan video tersebut. Pastikan juga sudah menggunakan aplikasi versi terbaru agar bisa mendapatkan fitur keamanan terbaru.

2. Perangkat dan aksesori
Pasang aplikasi konferensi video yang sudah dipilih di perangkat seluler, sesuai dengan yang dimiliki. Panggilan video lewat WhatsApp hanya bisa diakses lewat ponsel.

Sementara Zoom, Google Duo, Google Hangouts Meet bisa diakses lewat ponsel maupun laptop dan komputer desktop. Setelah menentukan perangkat, pengguna mungkin akan membutuhkan aksesoris lainnya agar nyaman berjumpa virtual dalam waktu yang lama.

Jika akan menggunakan ponsel, gunakan “phone holder” agar bisa sesekali meletakkan ponsel saat sedang panggilan video. Pengguna juga bisa berinvestasi di earphone atau speaker Bluetooth yang bisa digunakan untuk sambungan telepon agar suara bisa terdengar jelas.

Jika menggunakan laptop atau komputer PC, mungkin pengguna ingin menggunakan web camera terpisah agar kualitas video baik atau speaker Bluetooth.

3. Siapkan tempat dan internet stabil
Sebelum melakukan konferensi video, pastikan sudah memiliki kuota internet dalam jumlah yang cukup. Ada kalanya beberapa ruangan di rumah tidak memiliki sambungan internet yang stabil, cari lokasi di rumah yang mendapatkan koneksi stabil.

Siapkan meja dan kursi di ruangan tersebut agar bisa berkonferensi video dengan lancar.

4. Pakaian rapi
Meski pertemuan virtual ini bersifat santai, tidak seperti rapat virtual bersama mitra kerja, tidak ada salahnya menggunakan pakaian yang rapi, seperti bertamu ketika Lebaran.

5. Tunjukkan kehidupan nyata
Sambil mengobrol secara virtual, tunjukkan juga sedikit keadaan di rumah agar suasana pertemuan lebih santai. Misalnya, biarkan anak melambai ke kamera, atau adakan makan bersama saat konferensi video.

Meski berkumpul secara virtual, lebaran tetap saja lebaran. Saling memaafkan meski itu dilakukan jarak jauh. Toh, dalam kehidupan serba digital ini, terkadang kita saling melempar ucapan sekaligus maaf lewat aplikasi. (SD/ ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here