Agar Tak Boros Selama Masa Karantina, Kenali Tipe Kepribadian Keuangan Anda

Ilustrasi belanja online. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa kita untuk tetap di rumah tentu membuat keuangan akan berubah selama masa karantina. Saat ini kita dipaksa melakukan berbagai rutinitas mulai dari bekerja, sekolah, hingga belanja untuk kebutuhan pun dilakukan di rumah.

Akan tetapi, di saat kondisi seperti ini kita perlu mencermati pengeluaran dan pemasukan yang dimiliki. Salah satu caranya yaitu dengan mengenali tipe kepribadian keuangan.

Menurut CEO & CoFounder Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie, ada beberapa tipe kepribadian keuangan yang perlu diketahui kenapa kita cenderung boros selama masa karantina. Berikut beberapa tipe kepribadian keuangan dilansir, Kamis (21/05).

Dominant
Tipe yang pertama ini bisa dibilang keras kemauan, kompetitif dan cenderung susah dikasih tahu. Lalu, kalau sudah memiliki keinginan tentunya harus diwujudkan.

Dengan begitu, tipe dominant ini sering tidak lihat kecukupaj dana saat ingin membeli ini itu. Sehingga, tipe yang satu ini cenderung lebih boros.

Influential
Tipe boros berikutnya yaitu influential. Tipe ini biasanya penuh dengan tendensi FOMO, padahal tidak begitu butuh juga.

Kemudian, tipe ini juga sangat optimis dalam segala situasi yang berakibat jarang punya dana darurat karena maerasa hidupnya nyaman. Terlebih tipe influental merupakan orang yang sangat ramah, suka bersosialisai, dan cenderung maunya rame-rame.

Steady
Sabar pastinya, penuh perhitunhan, dan cenderung lambat dalam mengambil keputusan. Biasanya tipe ini sering terlihay minimalis, modest, tapi bahayanya terlalu perhitungan.

Namun, kelebihan dari tipe steady ini yaitu sangat mindful dalam setiap spending. “Sabar, semua indah pada waktunya”.

Compliant
Sangat berhati-hati dan patuh dengan rencana yang sudah dibuat. Sangat suka bikin cashflow budget, trus alokasi-alokasi keuangan dan disiplin dalam setiap aturan.

Akan tetapi, tipe seperti ini sangat bahaya jika terlalu patuh dengan kedisiplinan. Sebab, tipe ini bisa saja kurang peka terhadap kondisi butuh merubah alokasi.

“Saat berhasil mengenali diri dengan baik, maka hidup akan dapat tertata denhan apik. Carilah keseimbangan dalam diri sendiri agar dapat mencapai hidup yang sejahtera,” Prita Ghozie. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here