Cynthia Lamusu Sedih Tiga Bulan Tak Ketemu Keluarga, Buras Jadi Obat Rindu

Cynthia Lamusu. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Lebaran tahun ini beda bagi semua umat islam. Begitu juga bagi penyanyi Cynthia Lamusu. Biasanya ramai didatangi sanak saudara, namun tahun ini hanya bisa silaturahmi secara daring, melalui panggilan video atau tegur sapa dengan media sosial.

“Terasa banget (perbedaan) di Lebaran ini akhirnya kita silaturahmi secara virtual. Sedih sih, apalagi sudah tiga bulan enggak ketemu dengan keluarga,” kata Cynthia, dilansir ANTARA, Ahad (24/5).

Meski begitu, jarak yang terbentang menjadi lebih dekat karena teknologi. Silaturahmi tetap berlangsung lewat panggilan video dan media sosial.

Cynthia tetap disiplin menjaga jarak dan isolasi mandiri dengan tidak berkunjung ke rumah keluarga, meski dari jauh dan memakai masker. Dia hanya memilih memanfaatkan teknologi.

“Sedih sih tapi minimal masih bisa bertegur sapa, bertemu muka walau tidak bersentuhan, physical distancing¬†tapi tidak¬†social distancing,” lanjut Cynthia.

Persiapan Lebaran kali ini, menurut dia, lebih sederhana. Meski ada tradisi Idul Fitri yang terpaksa tak dilakukan, Cynthia beserta keluarga tetap melakukan sesi foto keluarga dengan busana Lebaran.

Sepasang baju baru untuk tiap orang disiapkan khusus untuk pemotretan foto keluarga. “Hanya satu pasang, menyesuaikan kondisi sekarang. Tahun lalu minimal dua tema, karena biasanya kita keliling ( ke rumah saudara), kali ini karena enggak (keliling), hanya untuk foto.”

Meski jauh dari keluarga, bagi wanita asal Gorontalo ini ada pengobat rindunya. “Biasanya mama bikin makanan khas Gorontalo, kuah Bugis pakai buras (burasa’),” kata Cynthia.

Kuah bugis punya rasa gurih yang biasa disantap dengan buras. Sementara urusan kue, Cynthia mengaku sama sekali tidak membuat atau membeli.

“Dengan situasi pandemi, kita juga harus pintar-pintar memanfaatkan dana, jadi berhemat.”

Ramadhan kali ini terasa sangat berbeda untuk Cynthia Lamusu dan keluarga. Ibadah shalat tarawih yang biasa dilakukan secara berjamaah di masjid kini ditiadakan karena orang-orang dilarang untuk berkumpul dalam jumlah banyak demi menekan risiko penyebaran virus.

“Itu satu yang terasa beda banget,” ungkap dia.

Selain menjaga batas sosial, Cynthia memastikan semua asupan makanan keluarganya betul-betul higienis dengan memasak sendiri di rumah. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here