TikTok Dilarang, Jutaan Pengguna di India Merasa Sedih

tiktok
Ilustrasi aplikasi TikTok. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Mumbai – Bagi ribuan pembuat konten di India, TikTok adalah jendela menuju ketenaran dan kekayaan. Namun, dengan aturan baru yang melarang aplikasi itu digunakan di India, para pengikut TikTok di negara itu menjadi bingung dan sedih, karena sebagian sumber penghasilan mereka jadi hilang.

Geetha Sridhar tidak pernah memasuki dapurnya di Mumbai tanpa smartphone-nya. Ibu rumah tangga berusia 54 tahun itu biasa memposting puluhan video pendek setiap hari di aplikasi video Tiongkok TikTok, kebanyakan dari dirinya memasak resep tradisional.

Dengan 1 juta pengikut TikTok, ia mendapatkan rata-rata 50.000 rupee atau sekitar Rp9 juta sebulan dari perusahaan yang membayarnya untuk menggunakan produk mereka. “TikTok membuat saya kuat dan percaya diri. Saya mulai mengenakan pakaian barat, menari di jalanan. Tapi kini saya kecewa,” kata Sridhar.

TikTok adalah sensasi di India. Dengan lebih dari 600 juta unduhan, India menyumbang 30 persen dari 2 miliar unduhan di seluruh dunia. Bahkan pembuat aplikasi itu, ByteDance berencana untuk berinvestasi US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun di India, pasar pertumbuhan utamanya di mana mereka mempekerjakan 2.000 orang.

Tidak seperti Instagram, Facebook, dan Twitter, TikTok menemukan resonansi di pedalaman India dan juga kota-kotanya, berkat antarmuka pengguna yang kurang rumit, opsi musik latar belakang, dan berbagai efek khusus.

Pengguna yang berkisar dari bintang-bintang Bollywood hingga orang di desa-desa terpencil yang menjadi selebriti mini, kerap memposting berbagai konten, seputar lelucon, klip tari dan video, yang terkait dengan industri film India yang berkembang mendominasi platform tersebut.

Vishal Pandey, 22, memiliki hampir 17 juta pengikut di TikTok dan menggunakan platform itu untuk secara teratur memposting video, mulai dari menari hingga sketsa akting lucu. Bahkan popularitasnya di aplikasi itu membantunya mendapatkan tawaran akting untuk beberapa film.

“TikTok membuka begitu banyak pintu untuk saya. Daripada harus antri di luar audisi, saya mendapat telepon dari agen casting yang menawarkan peran di seri web mereka,” kata Pandey. “Saat ini, sama sekali tidak ada aplikasi yang dapat dibandingkan dengan TikTok. Tidak ada.”

Tepat sebelum aplikasi itu dilarang, banyak pengguna TikTok memposting video yang mengungkapkan ketidaksenangan mereka. Beberapa mengatakan kepada pengikut mereka untuk melacak posting mereka berikutnya di YouTube atau Instagram.

Dilansir Channel News Asia, aplikasi pembuatan video buatan India seperti Roposo, dan aplikasi lain bernama Chingari kemungkinan akan mengalami peningkatan popularitas setelah pelarangan TikTok. Tetapi beberapa pengguna mengatakan mereka akan terus melewatkan TikTok.

Mahasiswi India Siri Challa, 23, baru-baru ini mulai memposting video ibunya dan dirinya menari untuk lagu-lagu menarik di TikTok. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, ia mengumpulkan 1 juta pengikut dan kesepakatan promosi dengan sebuah brand kecantikan. “Aku akan merindukannya, tapi kurasa sudah waktunya untuk pindah,” kata Challa. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here