Survei: Keturunan Asia dan Kulit Hitam Berpotensi Alami Kekerasan Rasial di AS

Rangkaian bunga dan gambar kenangan George Floyd, dalam protes hari kedua atas kematian pria kulit hitam itu di Minneapolis, Amerika Serikat, Rabu (27/5/2020). Agensi Anadolu/Steel Brooks

Indonesiainside.id, Washington– Orang Amerika keturunan Asia dan kulit hitam berpotensi lebih banyak melaporkan pengalaman negatif karena ras atau etnis mereka dibandingkan kelompok lainnya. Hal ini terjadi sejak wabah Covid-19 merebak di Amerika Serikat (AS), menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Pew Research Center.

Sekitar empat dari 10 responden Asia dan kulit hitam, masing-masing 39 persen dan 38 persen, mengatakan orang-orang menunjukkan sikap seolah-olah tidak nyaman di sekitar mereka karena ras atau etnis mereka sejak pandemi Covid-19 merebak, dibandingkan dengan 27 persen responden Hispanik dan 13 persen responden kulit putih. Sekitar 42 persen orang dewasa kulit hitam dan 36 persen orang Amerika keturunan Asia juga mengatakan mereka “khawatir orang lain akan curiga jika mereka mengenakan masker di tempat umum”, sementara 23 persen orang dewasa Hispanik dan lima persen warga kulit putih menyampaikan kekhawatiran yang sama.

Sementara itu, sekitar tiga dari 10 orang Amerika keturunan Asia, atau 31 persen, mengatakan bahwa mereka menjadi sasaran penghinaan atau lelucon karena ras atau etnis mereka sejak merebaknya wabah Covid-19. Pelecehan ras ini disusul 21 persen orang dewasa kulit hitam, 15 persen orang dewasa Hispanik dan delapan persen orang kulit putih.

Survei tersebut dilakukan terhadap 9.654 orang dewasa AS pada 4-10 Juni di tengah protes nasional atas kematian pria kulit hitam George Floyd akibat kebrutalan polisi. Survei itu juga menemukan bahwa mayoritas orang dewasa Asia, atau 58 persen, mengatakan bahwa orang-orang menjadi lebih terbiasa untuk mengekspresikan pandangan rasis mereka yang tidak peka tentang orang Asia dibandingkan sebelum wabah virus corona. Sebaliknya, sekitar empat dari 10 orang dewasa kulit putih, hitam, dan Hispanik percaya hal ini lebih umum sekarang. (Ant/xh/NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here