Angka Perceraian di Uni Eropa Meningkat, Sementara Pernikahan Menurun

Para pengunjung mengamati model yang memperagakan gaun pengantin di pameran dagang European Bridal Week di Essen, Jerman, Minggu (5/7/2020). Xinhua/Tang Ying

Indonesiainside.id, Brussel– Pola-pola baru pembentukan keluarga terus mengganggu model keluarga yang lebih tradisional di Uni Eropa (UE), menurut statistik terbaru dari Eurostat, kantor statistik UE, yang dirilis pada Jumat (17/7).  Meski 1,9 juta pernikahan tercatat di 27 negara anggota UE pada 2017, angka pernikahan menurun dari 7,8 per 1.000 orang pada 1965 menjadi 4,4 pada 2017.

Dengan perkiraan 0,8 juta perceraian di UE pada 2017, tingkat perceraian mencapai dua kali lipat lebih dari 0,8 per 1.000 orang pada 1965 menjadi 2 pada 2017.  “Sebagian dari kenaikan ini mungkin dipicu oleh fakta bahwa di beberapa negara anggota UE perceraian disahkan dalam periode tersebut (misalnya di Italia, Spanyol, Irlandia dan Malta),” papar Eurostat.

Pada 2018, angka perceraian tertinggi tercatat di Latvia dan Lithuania (keduanya mencapai 3,1 perceraian per 1.000 orang), Denmark (2,6) dan Swedia (2,5), serta terendah di Malta (0,7).  Sementara itu, proporsi kelahiran hidup di luar nikah di UE meningkat dari 25,4 persen pada 2000 menjadi sekitar 42,4 persen pada 2018. (ant/xh/NE)

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here