Pfizer Tolak Jual Vaksin Covid-19 di Bawah Harga Beli Amerika

vaksin Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta – Perusahaan farmasi multinasional Pfizer Inc, Selasa (28/7) memperingatkan negara-negara maju agar tidak membeli vaksin Covid-19 dengan harga lebih rendah daripada harga jual ke Amerika Serikat.

Harga jual vaksin antara Pfizer dan AS ditetapkan dalam kontrak yang diumumkan pada minggu lalu. Isi kontrak itu menunjukkan tiap orang kemungkinan akan divaksin berulang kali agar terlindungi dari Covid-19.

Pemerintah Amerika Serikat sepakat membayar hampir dua miliar dolar AS (sekitar Rp28,9 triliun) untuk membeli calon vaksin yang dikembangkan Pfizer dan perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech SE. Vaksin itu rencananya akan disuntikkan ke 50 juta orang dengan biaya 39 dolar AS (sekitar Rp564.000) untuk dua dosis anti virus.

“Seluruh negara maju tidak akan mendapatkan harga yang lebih rendah dari harga jual ke Amerika Serikat,” kata Direktur Utama Pfizer Albert Bourla, dikutip Reuters, Rabu(29/7).

Ia menjelaskan tiap orang perlu berulang kali divaksin selama beberapa tahun demi memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, imunitas tubuh dapat berkurang seiring waktu, mengingat virus dapat bermutasi jadi jenis yang baru.

Teknologi pengembangan vaksin mRNA yang dilakukan BioNTech/Pfizer “ideal untuk dua situasi”: Kalian dapat meningkatkan imunitas tubuh tanpa kehilangan vaksin,” kata Bourla. “Kalian juga dapat mendapatkan tipe vaksin yang berbeda hanya dengan memodifikasi kode (genetiknya),” tambah dia.

Harga vaksin kemungkinan berubah saat masa pandemi berakhir. Dua perusahaan itu mulanya mendukung akses penggunaan vaksin yang dibuka seluas-luasnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here